Connect with us

Hotel

Pandemi Covid-19, Hotel Grand Inna Bali Beach PHK 381 Karyawan

Avatar

Diterbitkan

pada

Hotel Grand Inna Bali Beach phk 381 karyawan. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Akibat pandemi Covid-19 yang masih melanda Tanah Air, Hotel Grand Inna Bali Beach bakal melakukan PHK terjadap 381 karyawannya.

Seharusnya sejak 2020, pihak manajemen hotel ingin merumahkan sejumlah karyawannya tersebut namun ditahan dengan berbagai pertimbangan.

Tapi akhirnya manajemen tak mampu lagi menggaji karyarwan sebanyak itu.

Sejak awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020, kondisi perusahaan PT Hotel Indonesia Natour yang mengelola Grand Inna Bali Beach (GIBB) telah mengalami penurunan. Sejak Desember 2020 kerugian telah mencapai Rp 5-6 miliar per bulan.

“Sejak pandemi Covid-19 di tahun 2020, kondisi perusahaan menurun dan mungkin itu dialami juga hampir seluruh perusahaan yang bergerak di pariwisata. Dari Desember 2020, kami sudah merugi dan defisit Rp 5-6 miliar per bulan sampai dengan sekarang,” kata Direktur ESDM PT Hotel Indonesia Natour Yayat Hidayat (58), Rabu (27/7/2022) seperti dikutip dari Detik.

Advertisement

Pada akhirnya perusahaan memutuskan untuk melakukan PHK pada 381 karyawannya. Selain karena kerugian akibat pandemi, juga karena ada dua klaster hotel yang sedang mengalami renovasi. Sehingga tidak ada pemasukan.

Yayat juga menerangkan bahwa keputusan PHK ini dilaksanakan dengan tetap mengikuti ketentuan Undang-undang Ketenagakerjaan. Karyawan yang dirumahkan menerima pesangon serta dibekali dengan surat pengalaman kerja.

Sejauh ini sudah ada 235 karyawan yang menerima kebijakan PHK tersebut. Sisanya masih belum menerima. Namun, Yayat mengatakan bahwa pihak perusahaan masih membuka kesempatan untuk berkomunikasi mengenai masalah ini.

Yayat juga mengakui bahwa keputusan ini diambil sebab perusahaan sudah tidak bisa membiayai ratusan pegawai karena adanya revitalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di sekitar area hotel. Revitalisasi ini direncanakan rampung pada Agustus 2023.

Setelah revitalisasi selesai, perusahaan masih memberi kesempatan bagi karyawan yang dirumahkan untuk kembali bekerja. Namun perusahaan tidak bisa menjamin adanya benefit.

Advertisement

“Kesempatannya ada dan bisa, karena nanti di sini juga akan ada KEK Kesehatan yang mana akan ada pengelolaan rumah sakit dan lainnya, sehingga di sana lah peluang-peluang karyawan bisa masuk,” kata Yayat.

Meski demikian, Yayat mengakui optimis bisa mendapatkan pasar baru dengan adanya KEK. Sehingga perekonomian dan industri pariwisata Bali dapat berkembang.***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement