Lifestyle

Bahaya! 6 Efek Samping Menggunakan TWS Terlalu Lama pada Pendengaran

Published

on

Menggunakan TWS Terlalu Lama

Ilustrasi: Efek Samping Menggunakan TWS Terlalu Lama

FAKTUAL INDONESIA – Efek samping menggunakan TWS terlalu lama menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama di era digital saat ini di mana penggunaan perangkat audio nirkabel semakin meningkat. True Wireless Stereo (TWS) kini menjadi pilihan favorit banyak orang karena praktis, ringan, dan mudah digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, berolahraga, hingga sekadar menikmati hiburan. Namun, di balik kemudahan tersebut, penggunaan TWS yang tidak bijak dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap kesehatan, khususnya pada telinga.

Banyak pengguna tidak menyadari bahwa penggunaan TWS dalam waktu lama, terutama dengan volume tinggi, dapat memicu gangguan pendengaran secara bertahap. Selain itu, pemakaian yang terlalu sering juga berisiko menyebabkan iritasi, penumpukan kotoran, hingga infeksi telinga, yang umumnya terjadi karena kurangnya jeda penggunaan dan kebiasaan tidak menjaga kebersihan perangkat. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan telinga secara keseluruhan, seperti munculnya rasa tidak nyaman, tekanan berlebih, hingga menurunnya sensitivitas pendengaran. Berikut ini beberapa efek samping menggunakan TWS terlalu lama yang sudah dilansir oleh faktualid.com dari berbagai sumber:

Efek Samping Menggunakan TWS Terlalu Lama

  1. Risiko Kehilangan Pendengaran 

    Ketika menggunakan TWS, suara akan langsung masuk ke dalam telinga tanpa peredam alami. Hal ini termasuk efek samping menggunakan TWS terlalu lama, terutama jika volume yang digunakan terlalu tinggi, yakni di atas 90 desibel, karena dapat memicu gangguan pendengaran bahkan berisiko menyebabkan tuli sebagai komplikasi.

    Mendengarkan musik dengan volume lebih dari 100 desibel selama sekitar 15 menit saja sudah dapat berdampak pada penurunan kemampuan pendengaran. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengatur volume dengan bijak, idealnya tidak lebih dari 60 persen dari kapasitas maksimal agar tetap aman bagi kesehatan telinga.

  2. Infeksi Telinga 

    Infeksi telinga sering terjadi akibat penggunaan headset dalam durasi yang terlalu lama. Hal ini dikarenakan perangkat tersebut dapat memicu pertumbuhan bakteri, terlebih jika digunakan secara bergantian sehingga memungkinkan perpindahan bakteri dari orang lain ke telinga.

    Selain itu, penggunaan headset yang langsung menutup saluran telinga juga dapat menghambat sirkulasi udara. Jika digunakan terus-menerus dalam waktu lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada telinga.

  3. Sakit pada Telinga 

    Selain itu, salah satu efek samping menggunakan TWS terlalu lama adalah munculnya rasa sakit pada telinga. Beberapa pengguna bahkan mengeluhkan adanya suara dengungan atau rasa nyeri di area telinga tertentu setelah pemakaian. Jika telinga mengalami dengungan yang terus-menerus, kamu dapat mempertimbangkan penggunaan obat tetes telinga sebagai langkah penanganan awal.

    Baca juga: 6 Cara Mencegah Telinga Berdengung, Kurangi Dengar Lagu dengan Volume Keras

  4. Memberi Efek Negatif pada Otak 

    Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh headset disebut-sebut berpotensi memberikan dampak terhadap otak. Meskipun hingga saat ini belum terdapat bukti medis yang benar-benar kuat, hal ini dikaitkan dengan struktur telinga bagian dalam yang memiliki hubungan langsung dengan otak. Akibatnya, infeksi sekecil apapun yang terjadi di area telinga bagian dalam berisiko mempengaruhi kondisi otak dan dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

  5. Bisa Menyebabkan Kecelakaan

    Salah satu efek samping menggunakan TWS terlalu lama adalah berkurangnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Hal ini sering terjadi karena pengguna cenderung meningkatkan volume agar lebih keras dari suara di sekitarnya, sehingga suara dari luar menjadi sulit terdengar.

    Akibatnya, risiko terjadinya kecelakaan pun meningkat, terutama saat berada di jalan dan tidak dapat mendengar suara klakson atau tanda peringatan lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya atur volume pada tingkat yang tidak terlalu tinggi agar kamu tetap bisa mendengar suara di sekitar dan menjaga keselamatan.

  6. Tuli Sementara

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang menggunakan earphone atau headphone dalam waktu lama dengan volume tinggi dapat mengalami mati rasa pada telinga. Kondisi ini biasanya berupa gangguan pendengaran sementara, di mana telinga terasa “tuli” sesaat sebelum akhirnya kembali normal.

    Meskipun bersifat sementara, kondisi ini tetap berbahaya karena berisiko berkembang menjadi gangguan pendengaran permanen jika terus terjadi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan headset secara terus-menerus, misalnya lebih dari empat jam tanpa jeda, agar kesehatan telinga tetap terjaga.

Penggunaan TWS memang memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam beraktivitas, namun tetap perlu dibarengi dengan kesadaran akan risikonya. Berbagai efek samping menggunakan TWS terlalu lama, terutama terhadap pendengaran, tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak jangka panjang. Dengan mengatur durasi pemakaian, menjaga volume tetap aman, serta rutin membersihkan perangkat, kamu dapat meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Jadi, gunakan TWS secara bijak agar tetap bisa menikmati teknologi tanpa mengorbankan kesehatan telinga.***

Advertisement
Exit mobile version