Lifestyle
6 Cara Mengobati Luka Memar, Dijamin Terbukti

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Cara mengobati luka memar harus dilakukan dengan benar agar tidak memperparah kondisinya. Memar atau yang dikenal dalam dunia medis sebagai hematoma, bisa terbentuk ketika pembuluh darah kecil di permukaan kulit rusak.
Darah tersebut keluar ke jaringan yang ada di bawah kulit dan terjebak. Darah yang terperangkap ini menyebabkan memar yang awalnya berwarna ungu kebiruan, lalu berubah warna seiring proses penyembuhan.
Sekitar 10-14 hari, tubuh mulai memecah darah yang terkumpul dan menyerapnya kembali. Proses ini menyebabkan memar berubah warna sebelum akhirnya hilang dengan sendirinya.
Berikut beberapa cara mengobati luka memar yang sudah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Menggunakan Es
Cara mengobati luka memar yang pertama adalah dengan menggunakan es. Mendinginkan pembuluh darah dapat mengurangi jumlah darah yang bocor ke jaringan sekitarnya karena aliran darah yang lebih lambat.
Hal ini juga dapat mencegah memar agar tidak terlihat dan mengurangi pembengkakkan. Namun, jangan langsung menempelkan es pada memar.
Lindungi kulit dengan membungkus es terlebih dahulu dengan handuk. Lepaskan es setelah 10 menit dan tunggu 20 menit sebelum menempelkannya kembali. Membiarkan es terlalu lama dapat membahayakan kulit.
2. Melakukan Kompresi
Cara mengobati luka memar yang kedua adalah melakukan kompresi. Kompresi adalah teknik memberikan pada area yang cedera dan bisa menjadi cara mengobati luka memar yang cukup ampuh.
Teknik ini dapat membantu meringankan pembengkakkan yang disebabkan oleh memar, membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak. Gunakan perban elastis dan bungkus area tersebut dengan kuat tetapi tidak terlalu kencang.
Ikatan ini akan mengencangkan jaringan dan membantu mencegah kebocoran pembuluh darah. Untuk area memar yang masih dapat dijangkau, sebaiknya posisikan hingga berada di atas jantung.
3. Menggunakan Bromelain
Cara mengobati luka memar yang ketiga adalah menggunakan bromelain. Bromelain adalah campuran enzim yang ditemukan dalam tanaman nanas. Enzim ini memiliki sifat anti inflamasi dan dapat membantu mengurangi memar serta bengkak saat dioleskan ke kulit.
Seseorang dapat mengoleskan krim atau gel yang mengandung bromelain 2-3 kali sehari atau seperti yang disarankan oleh dokter. Suplemen bromelain oral dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, termasuk:
- Masalah pencernaan.
- Peningkatan denyut jantung.
Baca juga: 6 Cara Menghilangkan Bekas Luka yang Menghitam
4. Penggunaan Arnica
Cara mengobati luka memar yang keempat adalah penggunaan arnica. Arnica merupakan ramuan homeopati yang dikatakan dapat mengurangi peradangan dan pembengkakkan.
Sehingga menjadikannya pengobatan yang ideal untuk memar. Arnica mengandung senyawa yang diketahui memiliki efek anti inflamasi yang dapat diserap melalui kulit.
Dikutip dari British Journal of Dermatology, salep arnica topikal secara efektif dapat mengurangi memar dan menjadi cara yang ampuh untuk mengobati luka memar. Untuk penggunaannya, anda dapat menggunakan gel arnica beberapa hari sekali.
5. Terapi Panas
Cara mengobati luka memar yang kelima adalah terapi panas. Energi panas dapat digunakan untuk meningkatkan sirkulasi dan aliran darah. Hal ini dapat membantu membersihkan darah yang terperangkap setelah memar terbentuk.
Terapi panas juga dapat membantu mengendurkan otot yang tegang dan menghilangkan rasa sakit. Tunggu hingga 48 jam setelah memar muncul, lalu letakkan bantal pemanas atau kompres air hangat di atasnya 2-3 hari sekali.
6. Vitamin C
Cara mengobati luka memar yang terakhir adalah menggunakan vitamin C. Vitamin C memiliki anti inflamasi dan dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka.Vitamin ini juga mudah ditemukan yakni dalam bentuk gel, krim, serum atau buah-buah an yang mengandung vitamin C.
Selain melakukan cara penyembuhan luka memar, anda juga dapat barengi dengan mengonsumsi buah dan sayuran segar yang mengandung vitamin C, seperti:
- Jeruk.
- Tomat.
- Blewah.
- Mangga.***