Home Lifestyle 6 Cara Menghilangkan Tahi Lalat untuk Kamu yang Merasa Terganggu

6 Cara Menghilangkan Tahi Lalat untuk Kamu yang Merasa Terganggu

oleh Hana Chaniago
cara menghilangkan tahi lalat

foto ilustrasi: istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Tahi lalat yang normal, tentunya tidak berbahaya bagi kesehatan. Meskipun begitu, sebagian orang menjadi tidak percaya diri dan mencara berbagai cara menghilangkan tahi lalat.

Tahi lalat merupakan kondisi pada kulit yang sangat umum terjadi. Selain tahi lalat, ada juga bintik-bintik, tanda kulit dan keratosis seboroik.

Dilasnir dari WebMD, sebagian besar tahi lalat muncul pada anak usia dini hingga 25 tahun pertama di kehidupan seseorang. Seiring berjalannya waktu, biasanya tahi lalat ini akan berubah perlahan, lebih besar atau berubah warna.

Berikut beberapa cara menghilangkan tahi lalat yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.

1. Tea Tree Oil

Cara menghilangkan tahi lalat yang pertama adalah dengan menggunakan tea tree oil. Dilansir dari Clinic Microbiology Reviews, tea tree oil merupakan minyak esensial yang diteliti dengan baik yang terkenal karena sifat antimikroba dan anti-inflamasinya.

Beberapa orang mengklaim bahwa mengoleskan tea tree oil beberapa kali dalam sehari, dapat digunakan sebagai cara untuk menghilangkan tahi lalat. Kamu perlu berhati-hati dalam menggunakan tea tree oil, karena berpotensi iritasi dan beracun jika tertelan.

2. Minyak Kelapa

Cara menghilangkan tahi lalat yang kedua adalah minyak kelapa. Minyak kelapa dapat membantu mengatasi masalah kulit lainnya.

Meskipun belum ada penelitian bahan ini dapat digunakan sebagai cara untuk menghilangkan tahi lalat. Namun, bagi beberapa orang percaya itu akan mengurangi ukuran tahi lalat bila dioleskan setiap hari.

Baca juga: 9 Cara Menghilangkan Daging Tumbuh Secara Alami dan Medis

3. Lidah Buaya

Cara menghilangkan tahi lalat yang ketiga adalah lidah buaya. Lidah buaya mengandung banyak manfaat bagi kulit. Beberapa orang percaya bahwa jika digunakan dari waktu ke waktu. Oleskan produk lidah buaya ke tahi lalat secara rutin lalu bilas.

4. Minyak Kemenyan

Cara menghilangkan tahi lalat yang keempat adalah minyak kemenyan. Minyak kemenyan selalu identik digunakan untuk hal-hal yang berbau mistis. Namun, minyak kemenyan dianggap bisa mmebantu mengeringkan kulit dan menghilangkan tahi lalat.

Minyak esensial kemenyan memiliki sifat yang membantu menyerap minyak pada wajah dan mengeringkan kulit. Beberapa orang percaya bahwa ketika dioleskan setiap hari, minyak kemenyan bereaksi dengan tahi lalat.

5. Minyak Oregano

Cara menghilangkan tahi lalat yang kelima adalah minyak oregano. Minyak atsiri oregano bisa keras pada kulit dan harus diencerkan menggunakan minyak jarak.

Ketika dioleskan beberapa kali sehari selama beberapa minggu, kombinasi minyak ini dapat membantu menghilangkan tahi lalat.

Perlu diingat, berbagai bahan alami ini belum terbukti ilmiah dapat menghilangkan tahi lalat secara efektif. Oleh karena itu, sebaiknya kamu mempertimbangkan prosedur medis untuk menghilangkan tahi lalat yang mengganggu.

Baca juga: 8 Cara Menghilangkan Bekas Bisul, Pilih Cara Alami atau Cara Medis?

6. Menghilangkan Tahi Lalat dengan Jahitan

Cara menghilangkan tahi lalat yang keenam adalah menghilangkan tahi lalat dengan jahitan. Dengan cara ini biasanya dilakukan di daerah sensitif.

Dokter bedah yang melakukan ini biasanya akan memetakan tahi lalat, membersihkan daerah tersebut dan mematikan jaringannya.

Kemudian dokter akan menggunakan pisau bedah untuk memotong tahi lalat dan area sekitarnya yang mengelilingi tahi lalat. Hal ini dilakukan jika dokter memiliki kekhawatiran bahwa tahi lalat dapat bersifat prekanker atau kanker.

7. Mengikis Tahi Lalat

Cara menghilangkan tahi lalat yang terakhir adalah mengikis tahi lalat. Dilansir dari Healthline, dokter kulit akan menggunakan alat tipis seperti pisau cukur untuk mengikis tahi lalat dengan hati-hati setelah sebelumnya diberi obat anestesi.

Biasanya, tidak diperlukan jahitan setelah mengikis tahi lalat. Setelah itu, potongan tahi lalat biasanya diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat apakah ini merupakan tanda kanker kulit atau tidak.***

You may also like