Home Lapsus Bencana Melanda, Rakyat Merana: Wakil Rakyat Dimana?

Bencana Melanda, Rakyat Merana: Wakil Rakyat Dimana?

oleh Marpi
Pemerintah harus cepat memulihkan kondisi masyarakat pada setiap bencana yang melanda negeri ini. (Ist).

Pemerintah harus cepat memulihkan kondisi masyarakat pada setiap bencana yang melanda negeri ini. (Ist).

FAKTUAL-INDONESIA: Cuaca ekstrim dengan intensitas hujan yang tinggi belakangan ini telah membawa sejumlah bencana di berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya banjir yang melanda, namun juga ada longsor di sejumlah daerah.

Karena ini penyebabnya alam, tentu tidak ada yang dapat dipersalahkan. Bagi sebagian masyarakat yang sudah terbiasa dengan banjir, hal ini dianggap tamu musiman yang tidak dapat dielakkan. Namun bagi korban bencana seperti tanah longsor dan banjir bandang, ini adalah musibah yang menyengsarakan.

Yang perlu dilakukan sekarang adalah pemulihan kondisi bagi korban, seperti membangun tempat tinggal baru. Kehadiran Negara untuk membantu rakyat tentu sangat diperlukan, lantaran musibah datang bertubi-tubi di tengah upaya masyarakat melawan Covid-19.

Ketua DPR Puan Maharani mengaku prihatin atas sejumlah bencana yang tengah terjadi di sejumlah wilayah. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terkait potensi bencana di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Dalam rapat Paripurna DPR awal pekan lalu, Puan menyinggung soal bencana yang melanda negeri ini. Di tengah keprihatinannya, ia mengharapkan anggota Dewan untuk ikut peduli membantu saudara kita yang menjadi korban bencana.

“Pada kesempatan ini, kami atas nama pimpinan dan seluruh anggora DPR RI turut prihatin dengan terjadinya bencana musibah banjir longsor dan banjir bandang di sejumlah Tanah Air,” ucap Puan.

“Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca khususnya intensitas hujan yang cukup tinggi dan faktor alam agar tidak menimbulkan bertambahnya korban jiwa dan harta benda masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut Puan meminta pemerintah melakukan upaya terbaik bagi masyarakat yang terkena dampak bencana. Terutama daerah yang parah terkena banjir seperti yang yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Jakarta, Karawang, Sintang, Aceh Selatan, Mamuju (Sulbar), Kalimantan, dan daerah lainnya.

Puan meminta pemerintah menyiapkan segala fasilitas dan kebutuhan untuk warga yang rumahnya terendam banjir, termasuk logistik.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Sadzily cepat tanggap mengatasi masalah yang menimpa korban banjir. Ia mengaku saat komisinya bertolak ke Sumatera Utara (Sumut) hanya spesifik untuk membahas penanganan bencana. Pasal, sesuai Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), selama 10 tahun terakhir bencana yang paling banyak terjadi di Provinsi Sumut adalah bencana banjir, puting beliung, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Sementara berdasarkan hasil pengukuran indeks risiko bencana Indonesia (IRBI) 2020, Sumut juga memiliki kelas risiko tinggi dengan nilai 145.18 (tinggi).

Karena itu, Komisi VIII DPR ingin memperoleh berbagai informasi dan masukan terkait kondisi saat ini dan kesiapsiagaan Pemprov Sumut dalam pencegahan dan penanggulangan bencana, baik bencana alam maupun bencana non-alam yaitu ancaman Covid-19 gelombang ketiga serta perubahan iklim.

“Kami melihat masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang ancaman bencana, tata kelola penyelenggaraan dan penanggulangan bencana yang terus harus terus ditingkatkan dan disinergikan, masalah koordinasi dan sinergi antarkementerian atau lembaga, antara pusat dan daerah masih belum optimal,” kata Ace dalam pertemuan Tim Kunspek Komisi VIII DPR RI dengan Pemprov Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu pekan lalu.

Tak hanya itu, pembangunan yang mengabaikan aspek risiko bencana seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang menyebabkan kebutuhan lahan dan eksploitasi lahan semakin tinggi.

Politisi Partai Golkar ini berharap dengan kehadiran Komisi VIII DPR RI ke Sumut dapat memeroleh berbagai informasi dan masukan berharga guna perbaikan kebijakan ke depan terkait penanggulangan bencana di Indonesia.

Terkait banjir di Gorontalo, Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel meminta Pemerintah Daerah Gorontalo cepat turun tangan menyelesaikan masalah banjir yang terjadi di Desa Detahu, Gorontalo. Menurutnya daerah tersebut sudah sering terdampak banjir tetapi belum ada solusi konkrit untuk memitigasi bencana alam yang kerap terjadi setiap musim penghujan.

“Desa Datahu merupakan wilayah yang selalu menjadi langganan banjir di setiap tahun, berharap ada solusi dari Pemerintah Daerah Gorontalo terkait untuk mengatasi banjir di daerah tersebut,” ucap Gobel.

Menurutnya Desa Datahu merupakan salah satu desa yang mengalami dampak terparah akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Gorontalo beberapa hari lalu. Tercatat, sebanyak 778 unit rumah warga rusak dan 1.041 kepala keluarga terdampak.

Kepada masyarakat yang terdampak, Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan ini menyerahkan bantuan berupa kasur, selimut, dan sembako kepada korban banjir di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.

Di sisi lain, Gobel mengingatkan betapa pentingnya peningkatan pemberdayaan masyarakat dan kemampuan ekonomi masyarakat dalam membangun kelembagaan yang kuat. “Melalui dua penguatan itu, maka masyarakat juga memiliki kemampuan swadaya dan memiliki kemandirian,” ucapnya.

Secara terpisah Ketua Komisi V DPR Lasarus menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak banjir di pesisir Sungai Kapuas, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Politisi PDI-Perjuangan tersebut mengungkapkan, tercatat bantuan sejumlah kurang lebih mencapai 1.400 paket sembako tersalurkan ke beberapa desa pesisir, tepatnya di Kapuas dan Ketungau Hilir.

“Saya harap, upaya saya serta seluruh elemen yang hari ini bergerak membantu korban banjir dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” ujar Lasarus.

Lasarus menyatakan pihaknya berupaya semaksimal untuk menjangkau masyarakat terdampak banjir. Terbukti, sambung Lasarus, dalam pendistribusian bantuan tidak hanya melibatkan relawan Lasarus Peduli untuk mengemas paket sembako dan distribusi namun juga turut berperan segenap mahasiswa dan masyarakat. ***