Connect with us

Lapsus

Segera Reformasi LADI Secara Total, Selesaikan Masalah Secepat-cepatnya

Avatar

Diterbitkan

pada

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Masalah doping merupakan masalah serius dalam dunia olahraga. Bukan semata masalah bagaimana seorang atlet meraih prestasi maksimal dalam even olahraga, namun juga menyangkut masalah kehormatan bangsa.

Karena itu tidaklah berlebihan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikenal peduli dengan olahraga Indonesia menaruh perhatian serius terhadap kasus memalukan
karena tidak adanya bendera Merah Putih dalam prosesi penyerahan medali kepada tim bulutangkis Indonesia yang menjuarai Piala Thomas menyusul hukuman yang dijatuhkan Badan Anti-Doping Dunia tau World Anti-Doping Agency (WADA).

Indonesia dihukum tidak dapat mengibarkan bendera Merah Putih di Piala Thomas karena ulah Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) yang tidak patuh atas aturan uji doping. LADI gagal memenuhi ambang batas minimal sample pengujian selama 2020-2021.

Jokowi memerintahkan Menpora Zainudin Amali segera melakukan reformasi LADI secara total.

Perintah itu disampaikan Presiden Jokowi saat menggelar rapat terbatas bersama dengan sejumlah menteri, Jumat (22/10/2021),  sebagai tindak lanjut sanksi dari WADA.

Advertisement

Perintah Jokowi kepada Menpora itu diungkapkan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Bey Machmudin tentang rapat terbatas Jokowi bersama sejumlah menteri untuk membahas sanksi dari WADA.

Menurut Bey, rapat tersebut dipimpin Presiden Jokowi dan dihadiri Wapres Ma’ruf Amin, Menpora Zainudin Amali, Menteri Sekretaris negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri BUMN dan Ketua LADI.

“Dalam rapat tersebut, Bapak Presiden meminta dilakukan evaluasi internal dan investigasi secara menyeluruh, reformasi LADI secara total dan Menpora segera memperbaiki komunikasi dengan WADA,” kata Bey Machmudin.

WADA  mengirimkan formal notice terkait status Indonesia yang dinilai tidak mengikuti standar test doping plan (TDP) pada 15 September 2021. WADA memberikan kesempatan 21 hari bagi Indonesia untuk memberikan klarifikasi.

Bila klarifikasi tidak dilakukan, maka Indonesia akan menerima sanksi berupa larangan penyelenggaraan event olahraga internasional di Tanah Air dan pelarangan pengibaran bendera Merah Putih dalam event olahraga internasional di luar negeri.

Advertisement

Sanksi itu sudah berjalan saat tim atlet bulu tangkis Indonesia meraih Thomas Cup 2020 di Denmark. Karena sanksi tersebut, bendera PBSI yang dikibarkan saat seremoni gelar juara Thomas Cup 2020 diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Penuhi Apa yang Diminta WADA

Menpora Zainudin Amali membenarkan mengenai rapat terbatas yang digelar Presiden Jokowi membahas terkait adanya sanksi dari WADA terhadap LADI karena dianggap belum patuh terhadap prosedur penanganan doping di tanah air.

Menpora Amali mengatakan, Presiden Jokowi turut memantau dan mencermati perkembangan kasus ini. Dalam ratas tersebut, Menpora melaporkan terkait situasi terakhir penanganan kasus tersebut dan juga melaporkan upaya-upaya yang dilakukan Kemenpora dan LADI membentuk tim akselerasi dan investigasi terkait sanksi WADA terhadap LADI tersebut.

“Saya melaporkan kepada Pak Presiden, tim ini tugasnya dua yakni untuk mempercepat pemenuhan LADI terhadap apa yang dimintakan oleh WADA supaya tidak komplais itu dicabut dan menjadi komplais. Kedua adalah menginvestigasi kenapa itu terjadi,” ujar Menpora Amali.

Advertisement

Menurut Menpora Amali, dalam ratas ini, Presiden Jokowi memberikan sejumlah arahan. Pertama, Presiden meminta untuk segera memenuhi apa yang diminta WADA pada LADI.

“Itu arahan langsung beliau, dalam waktu yang secepat-cepatnya (memenuhi permintaan WADA) dan pak Ketum LADI tadi menyampaikan sekarang sudah dalam progres, kita berusaha supaya bisa selesai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” harap Menpora Amali.

Selain itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa selama masa urusan dengan WADA belum selesai, maka dipersilahkan untuk dilakukan pendampingan dari pihak lain diantaranya lembaga anti doping Jepang (JADA) yang akan mensupervisi Indonesia masih dalam masa bench.

“Mudah-mudahan itu bisa dilakukan karena Jepang berkomitmen untuk membantu Indonesia supaya segera menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Selanjutnya, Presiden Jokowi meminta agar kasus doping ini dilakukan investigasi sehingga diketahui penyebab dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Advertisement

“Semua hasil dari investigasi itu, arahan beliau diumumkan secara terbuka kepada publik. Tidak boleh ada yang ditutupi. Itu pak presiden menyampaikan, ini siapa yang misalnya kalau ada yang terlibat, ada yang tanggung jawab presiden disampaikan ini harus diumumkan,” tukasnya.

Dalam kesempatan ini, Menpora Amali mengaku telah menyampaikan bahwa dirinya sudah membentuk tim investigasi tersebut yang terdiri dari 7 orang. 2 orang dari NOC Indonesia, 2 orang dari perwakilan LADI, 2 orang dari perwakilan dari cabang olahraga Bulu Tangkis sebagai cabor yang sedang bertanding dan 1 orang dari pemerintah.

“Saya sampaikan pada Presiden  seperti itu dan beliau menyambut baik supaya langkah-langkah ini lebih diakselerasi. Dan kita, yang kita utamakan adalah bagaimana supaya LADI segera memenuhi apa yang diminta oleh WADA supaya komplais. Jadi itu konsentrasi kita kesitu secara paralel nanti juga akan diinvestigasi ini tidak bisa tidak terulang lagi,” tegasnya.

Menpora Amali menegaskan bahwa meski telah dibentuk tim tersebut, namun tetap leading sektornya adalah LADI. Tim dan pemerintah yang tergabung di dalamnya posisinya untuk membantu LADI. Sebab, WADA hanya menerima komunikasi langsung dengan Lembaga Anti Doping Indonesia.

“Presiden memahami dan tentu beliau memantau langkah-langkah yang akan kita lakukan selanjutnya setiap hari kita berkomunikasi. Mudahan olahraga kita makin baik kedepan dan kita patuh terhadap seluruh aturan-aturan internasional,” ujar Menpora Amali. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *