Home Lapsus DKI Tindak Tegas Pelanggar Prokes Demi Jaga Covid-19 Gelombang Ketiga

DKI Tindak Tegas Pelanggar Prokes Demi Jaga Covid-19 Gelombang Ketiga

oleh Bambang

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahma Riza Patria. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Perkembangan baru kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.414 kasus. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Sabtu (2/10/2021), kasus aktif di Tanah Air tercatat 33.812 orang.

Ada pun daerah penyumbang kasus terbesar adalah Jawa Barat (156 kasus baru), DKI Jakarta (155), Jawa Timur (129), Jawa Tengah (105), dan Bali (87). Sedangkan penambahan kematian terbanyak tercatat: Jawa Timur (12 kasus kematian), Aceh dan Papua yang masing-masing memiliki 10 kematian, Jawa Tengah (delapan), serta Bali (tujuh).

Angka itu memperlihatkan penurunan 1.055 orang dibandingkan Jumat (1/10/2-21, dimana terdapat 381.124 orang yang masuk dalam kategori suspek Covid-19.

Penambahan kasus pada Sabtu (3/10/2021) didapat setelah dilakukan pengujian terhadap 236.653 spesimen dari 159.999 orang di ratusan jejaring laboratorium di Indonesia. Terakumulasi telah diuji 39.609.506 spesimen dari 26.479.441 orang sejak tahun lalu.

Tingkat positif atau positivity rate nasional harian untuk kategori spesimen saat ini adalah 1,08 persen. Sementara itu, angkanya untuk orang harian sebesar 0,88 persen.

Dari jumlah tersebut, 4.042.215 orang telah dinyatakan sembuh dan 142.115 orang meninggal dunia. Saat ini, terdapat 33.812 kasus aktif atau pasien yang menjalani perawatan dan isolasi setelah terkonfirmasi Covid-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan jika sekarang ini Ibukota masih berstatus PPKM level 3,
“Jadi harus dibedakan, PPKM itu ada level 1, 2, 3, dan 4. Sampai hari ini Jakarta masih masuk pada level 3,” kata Wagub Ariza.

Menurut Ariza, asesmen yang dilakukan Kementerian Kesehatan terkait penularan Covid-19 di wilayah Jakarta Timur. Misalnya level 0 yang berarti tidak ada penularan lokal.

Lalu untuk level 1 dapat diartikan yakni ada keterbatasan penerapan upaya pencegahan penularan. Atau saat ada kasus masih dapat dikendalikan melalui tindakan efektif di sekitar kasus atau klaster kasus.

“Level 2, ini menurut Kemenkes, situasi dengan insiden komunitas yang rendah, level 3, penularan komunitas dengan kapasitas respon terbatas dan terdapat risiko layanan kesehatan tidak memadai. Level 4 transisi tidak terkontrol dengan kapasitas respon tidak memadai. Ini level yang dimaksud oleh Kemenkes. Jadi, bukan level PPKM,” paparnya.

Dijelaskan Wagub Ariza, keputusan penerapan PPKM di Jakarta merupakan kewenangan dari pemerintah pusat berdasarkan evaluasi mingguan.

“Kami menunggu saja apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat, tentu DKI tidak berdiri sendiri, ada daerah penyangga, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan lain-lain. Itu jadi perhatian kita bersama,” terang Wagub Ariza.

Namun Ariza memastikan , pihaknya berusaha sekuat tenaga  untuk melawan Covid-19. Tak hanya di situ, tak henti-hentinya selalu diingatkan kepada masyarakat agar senantiasa tetap menerapkan 3 M dan  menjalankan protokol kesehatan (prokes) ketat demi terhindar dari  Covid-19, utamanya agar Covid-19 gelombang ketiga tidak akan terjadi di Ibukota. DKI  tindak tegas pelanggar prokes dan terus gencarkan vaksin . ****

Tinggalkan Komentar