Lapsus
Omicron Telah Datang, Jangan Panik Apalagi Meradang

Omicron sudah menyebar ke 89 negara termasuk Indonesia, ini daftar negara dengan tingkat terpapar tertinggi
FAKTUAL-INDONESIA: Ketika pandemi virus corona (Covid-19) mulai tertangani, tantangan baru muncul. Omicron yang merupakan varian baru dari Covid-19 dengan daya jelajah lebih cepat mulai datang menyerang. Setelah korban jatuh maka gerak cepat perlu dilakukan meskipun tidak perlu panik dan meradang.
Varian Omicron, juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.529, sebuah varian SARS-CoV-2, virus corona yang menyebabkan Covid-19. Varian baru itu pertama kali dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari Afrika Selatan pada 24 November lalu setelah spesimen pertama diketahui dikumpulan pada 9 November 2021 dari Botswana, Afsel.
Omicron menyebar ke seluruh dunia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut WHO, kasus varian yang bermutasi dengan sangat cepat ini telah dipastikan di 89 negara.
Namun dalam jumpa pers, Direktur Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan varian Omicron kemungkin telah ada di banyak negara lainnya namun belum terdeteksi.
Dr Tedros mengatakan ia prihatin karena belum cukup tindakan yang dilakukan untuk menangani varian ini.
“Kita telah belajar bahwa kita meremehkan virus ini. Walaupun Omicron tak menyebabkan gejala parah, banyaknya kasus akan dapat sekali lagi menyebabkan lumpuhnya sistem kesehatan yang tak siap,” katanya.
Ketika para ilmuwan di Afrika Selatan menemukan varian Covid-19 yang belakangan dinamakan Omicron, mereka mencatat beberapa hal menonjol.
Catatan pertama dan yang paling penting adalah banyaknya mutasi yang ditunjukkan oleh versi virus ini. Jaringan pakar internasional belum mendeteksi genetika kombinasi mutasi ini. “Omicron muncul dengan sesuatu yang sama sekali berbeda,” kata Richard Lessells, pakar penyakit menular di Universitas KwaZulu-Natal. Dia adalah bagian dari tim yang pertama kali mendeteksi Omicron akhir November lalu.
Omicron mengagetkan banyak orang karena berkembang dalam tubuh seseorang yang sistem kekebalannya yang lemah. Orang yang tinggal di kawasan sub-Sahara Afrika itu diduga mengidap HIV dan tidak menjalani pengobatan.
Omicron di Indonesia
Kasus pertama varian Omicron di Indonesia diumumkan langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada Kamis (16/12/2021) lalu. Kasus tersebut terdeteksi pada seorang petugas kebersihan yang bertugas di RS Wisma Atlet.
Belakangan, Kemenkes kembali mengumumkan 2 pasien baru Covid-19 yang terinfeksi Varian Omicron ditemukan usai menjalani karantina selama 10 hari sepulangnya dari luar negeri. Keduanya memiliki riwayat perjalanan dari Amerika Selatan dan Inggris.
“Kedua pasien terbaru ini terdeteksi setelah menjalani karantina wajib 10 hari sepulangnya dari luar negeri,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/12/2021).
Nadia meminta masyarakat untuk mewaspadai perkembangan varian tersebut dengan tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, mengingat laju penyebaran Omicron terbukti sangat cepat.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk menyikapi temuan kasus varian baru COVID-19 Omicron dengan kewaspadaan dan patuh terhadap protokol kesehatan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Yang terpenting menjaga kewaspadaan dengan patuh pada protokol kesehatan. Terutama memakai masker dan menjaga jarak. Jangan berkerumun di tempat ramai,” kata Budi Gunadi Sadikin.
Budi meminta masyarakat untuk menghindari aktivitas perjalanan ke luar negeri yang tidak penting sebab kasus Omicron di sejumlah negara sedang meningkat sangat cepat.
“Di Inggris yang semula cuma sepuluh per hari, naik 100an per hari, sekarang sudah 70 ribu per hari. Lebih tinggi dari puncak kasus di Indonesia pada Juli yang 50 ribu kasus per hari,” katanya.
Budi mengatakan upaya yang tepat menghadapi Omicron di Tanah Air adalah bersikap tenang, waspada dan patuh pada Prokes.
Selain itu, Budi juga mengajak partisipasi masyarakat dalam upaya survailens bila memiliki riwayat kontak erat maupun perjalanan dari daerah terjangkit Omicron.
“Kita juga harus percepat vaksinasi terutama pada lansia yang ke luar negeri. Pemerintah akan siapkan infrastrukturnya, rumah sakit, obat-obatan Molnuvirapir akan datang di akhir tahun ini,” katanya dilansir antaranews.com.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berpesan agar seluruh masyarakat tetap terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak panik dalam menghadapi Omicron.
“Jadi yang ingin kami sampaikan omicron ada di tengah kita dan kita sikapi dengan kehati-hatian dan kewaspadaan, terus kita tingkatkan dan jangan panik, jangan berlebihan dalam beraksi tentunya atau secara over reaction. Sikapi dengan waspada tentunya akan ada penyesuaian,” kata Sandiaga Uno.
Ia mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan tetap memberikan panduan berwisata dengan penuh tanggungjawab terhadap virus varian omicron ini.
Dia mengatakan berdasarkan data awal banyak yang sudah vaksin lengkap dan dari kasus yang dilaporkan ke Kemenparekraf banyak yang tidak bergejala.
“Jadi kita tingkatkan kehati-hatian dan tingkatkan kewaspadaan, begitu juga booster program dan vaksinasi untuk usia 6 sampai 11 tahun,” katanya.
Selain itu, Sandiaga juga menekankan akan pentingnya 3T diterapkan di setiap wilayah Indonesia. Serta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengemukakan, masuknya ke Indonesia menjadi alarm untuk meningkatkan kewaspadaan dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan meskipun tanpa khawatir berlebihan.
Wiku meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak lengah dan terus membekali diri dengan informasi perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia, sehingga tidak lagi terjadi pelanggaran yang berpotensi merugikan orang lain.
“Dimohon kepada seluruh masyarakat untuk mempelajari kebijakan yang berlaku dan mentaatinya. Kebijakan ini dibuat tidak pandang bulu dan ditegakkan kepada seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan yang tertera serta SE Satgas No. 25,” tegas Wiku
Dalam hal ini, Wiku mengharapkan berbagai pelanggaran terkait prosedur pencegahan perluasan penularan Covid-19 dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku dan Satgas akan terus mendukung setiap langkah hukum yang ditetapkan oleh aparat.
“Satgas COVID-19 menyerahkan proses penegakan hukum oleh pihak yang berwenang. Satgas berharap seluruh pihak yang berwenang menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap Wiku.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harry B Harmadi, terkait dugaan aliran dana 40 juta yang diterima oleh Satgas Penanganan COVID-19 dari selebgram untuk menghindari kewajiban karantina sepulang dari perjalanan luar negeri.
“Kami semua tentu merasa terganggu seolah-olah aliran 40 juta itu ke kami. Oleh karenanya, pengungkapan lebih lanjut oleh pihak kepolisian sangat kami dukung agar terang benderang”, tegas Sonny.
Sonny menegaskan, Satgas Penanganan Covid-19 bukan superbody, karena tidak memiliki bidang penindakan. Satgas tidak memiliki kewenangan penindakan. Setiap pelanggaran atas aturan yang berlaku, tentu menjadi ranah aparat penegak hukum.
Genome Sequencing Ketat
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sangat mewaspadai Covid-19 varian Omicron. Melalui Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi, ia mengungkapkan bahwa dari awal ia sudah memperkirakan bahwa varian terbaru ini akan masuk ke Indonesia.
“Pak Menko menyampaikan bahwa sejak awal beliau cukup hati-hati sekali dengan hal ini, mengingat Indonesia adalah negara yang begitu besar dan kemungkinan potensi masuknya Omicron juga sangat besar,” kata Jodi kepada media dikutip Jumat (17/12/2021).
Jodi menyampaikan, Luhut juga menyebut bahwa adalah pekerjaan sulit untuk mencapai zero case varian Omicron.
Karenanya, dua hal yang bisa diharapkan untuk menekan lonjakan kasus di rumah sakit dan kematian akibat varian Omicron di Indonesia adalah melalui program vaksinasi dan tetap menjaga protokol kesehatan.
“Pak Menko berharap agar masyarakat tidak panik dengan penemuan kasus pertama (Omicron) ini. Pak Menko mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah saat ini juga sedang melakukan langkah-langkah mitigasi dengan melakukan lockdown atau penguncian di beberapa tower wisma atlet agar varian ini tidak menyebar luas.
“Pemerintah juga terus melakukan genome sequencing secara ketat yang tersebar di seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Terkait PPKM, lanjutnya, tentunya hal ini akan terus dibahas sambil menunggu kondisi dilapangan. Intinya PPKM yang digunakan akan tetap mengikuti standar acuan WHO.
“PPKM yang terus dievaluasi tiap minggunya merupakan alat asesmen yang cukup baik untuk langsung dapat memutuskan bila terjadi hal hal yang sangat dikhawatirkan,” tuturnya. ***