Kesra

Kemiskinan Ekstrem, Jateng Telah Membangun 6.650 Rumah Tak Layak Huni

Published

on

 

Penyerahan dana rehab rumah. (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Dalam rangka menangani kemiskinan ekstrem, sejak awal 2022 sampai sekarang, Pemprov Jawa Tengah telah membangun (merenovasi) sebanyak 6.650 unit rumah tak layak huni (RTLH).

Jumlah tersebut akan terus bertambah, apalagi selama Ramdhan ini, program RTLH terus digalakkan tidak hanya melalui program reguler dari dinas terkait, namun juga menggandeng berbagai pihak.

Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pemprov telah menggandeng Baznas yang ditunjuk untuk mengelola zakat para ASN di Pemprov Jateng.

Dan pada tahun 2021 lalu, Baznas mencatatkan pengumpulan zakat ASN Pemprov Jateng mencapai Rp57 miliar.

“Hasil zakat selain untuk program pengentasan kemiskinan, juga digunakan untuk rehab pondok pesantren, masjid, madrasah, serta beasiswa,” kata Ganjar, Rabu (13/4/2022).

Advertisement

Khusus selama Ramadhan ini, untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem, Ganjar Pranowo terus melanglang daerah untuk melakukan bedah rumah keluarga miskin.

Rabu kemarin misalnya, Gubernur mendatangi rumah Saeri (71) di Desa Pagejugan, Brebes. Saeri selain miskin, ia juga mengalami kebutaan akibat katarak.

Untuk memperbaiki rumahnya yang tidak layak huni, Ganjar pun nenyerahkan bantuan Pentasharufan Badan Amil Zakat Nasional sebesar Rp20.000.000 kepada Saeri

Kondisi rumah yang ditinggali Saeri seorang diri cukup memprihatinkan. Rumahnya masih berdinding kayu yang sudah keropos dan lantainya masih tanah.

Tempat tidur pun seadanya. Di sudut-sudut rumah, bertumpuk barang-barang yang tampak sudah lama tak digunakan. Ganjar juga takjub dengan kemandirian Saeri yang tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Advertisement

Tak hanya Saeri, Ganjar juga menyerahkan bantuan serupa kepada Raiyah di Desa Tanjung. Raiyah tinggal di sana bersama tiga anaknya yang telah berkeluarga. Para menantunya, kata Raiyah, hanya bekerja sebagai buruh.

Bulan Ramadan ini, diakui Ganjar menjadi momentum tepat untuk menggalakkan program RTLH.

“Memang tidak banyak sih, kalau kita bisa membantu mereka yang rumahnya tidak layak huni ada dengan Baznas, dan CSR. Termasuk teman-teman yang sudah masuk program reguler dari dinas kita itu semua jalan,” kata Ganjar.***

Exit mobile version