Kesehatan
Diprediksi Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 Terjadi pada Juli 2022

Diprediksi Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 Terjadi pada Juli 2022 (Foto: iStockPhoto)
FAKTUAL-INDONESIA: Subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022. Diperkirakan, puncak Omicron BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada pertengahan Juli 2022.
Hal tersebut disampaikan oleh Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Erlina Burhan, yang berkaca dari kejadian di Afrika Selatan ketika varian tersebut pertama kali ditemukan.
“Karena pertama kali ditemukan (di Indonesia) Juni, maka puncak kasus ditemukan sekitar Juli 2022. Apalagi BA.4 dan BA.5 menyebar lebih cepat dibandingkan BA.1 dan BA.2,” ujar Erlina dalam konferensi virtual IDI, yang dikutip dari Republika pada Minggu (26/6/2022).
Baca juga: Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Waspada Hadapi Subvarian Baru Omicron
Kasus subvarian BA.4 dan BA.5 pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada Januari 2022 dan Februari 2022. Berdasarkan data dari Afrika Selatan, puncak kasus BA.4 dan BA.5 di kisaran 30 persen dari puncak Omicron.
Puncak kasus BA.4 sekitar 30 hari kemudian dan BA.5 selama 22 hari. Di Inggris, puncak BA.1 sekitar 30 hari, kemudian puncak omicron BA.4 dan BA.5 adalah 14 hari. Estimasi puncak kasus di Indonesia, dihitung setelah melihat tren kasus di Afrika Selatan dan Inggris.
Dilain sisi, kenaikan kasus konfirmasi harian sudah mencapai sekitar 2.000 kasus per hari. Sementara, batas atas level-1 dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 7.800 kasus per hari.
Tren kasus harian dan positivity rate nasional dari tanggal 1-24 Juni 2022 mengalami fluktuasi.
Meski Indonesia masih berstatus pandemi Covid-19, dianggap masih terkendali dan saat ini mengalami kenaikan kasus walaupun positivity rate masih di bawah 5 persen, lalu angka kematiannya di bawah 3%.
Kendati demikian, tetap harus waspada agar masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan, perilaku hidup bersih sehat (PBHS), dan juga vaksinasi.***