Kesehatan

6 Bahaya Stalking Mantan Melalu Media Sosial Berserta Cara Menghentikannya

Published

on

bahaya stalking mantan

Foto Ilustrasi (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Menjalin hubungan dengan kekasih memang tidak selama mulus. Beberpa perbedaan atau pengkhianatan bisa membuat berakhirnya hubungan. Setelah putus dari mantan pacar, banyak orang kerap menguntitnya di media sosial. Padahal, ada bahaya stalking mantan melalui media sosial yang sebaiknya dihindari.

Setelah putus cinta, pria atau wanita kerap telihat tegar dengan menyibukkan diri pada rutinitas harian. Entah masih ada rasa yang tertinggal atau kenangan yang membekas, seseorang akan memata-matai mantan terkait kegiatan yang dilakukan melalui media sosial.

Pria atau wanita tak jarang mengunggah kegiatan di dunia maya yang menandakan bahwa dirinya baik-baik saja tanpa kehadiran sang mantan pacar. Namun, di sisi lain juga kerap stalking mantan entah apa alasannya.

Alih-alih bisa menjalani hidup seperti biasa lagi setelah putus cinta, justru godaan untuk kepo atau stalking mantan akan memperburuk suasana hati. Oleh karena itu, hentikan kebiasaan ini. Jika tidak dihentikan, ada bahaya stalking mantan terkait masalah psikologis.

Baca juga: 5 Cara Move On Ampuh dari Mantan Menurut Psikolog

Berikut beberapa bahaya stalking mantan melalui media sosial yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.

Advertisement

1. Sulit move-on

Bahaya stalking mantan yang pertama yaitu lebih sulit untuk move on. Kebiasaan ‘kepoin’ mantan setelah putus cinta menjadi hal yang lumrah. Ketika Anda membuka media sosial seperti Instagram, Anda cenderung hanya melihat akun Si Dia. Stalking dilakukan untuk mengetahui keadaan sang mantan.

Meski lumrah, jika terlalu sering kebiasaan ini dapat berdampak buruk. Dikutip Elitedaily, penelitian yang dilakukan oleh Journal of Cyberpsychology and Behavior menyatakan bahwa stalking mantan lewat akun media sosial membuat orang tersebut lebih sulit untuk move on.

Kebiasaan ini akan menghambat proses penyembuhan dari hubungan masa lalu. Sedikit rasa ingin tahu adalah normal. Namun, selalu menguntit foto atau status terbarunya. Relakan kepergiannya dan saatnya untuk menghentikan kebiasaan mengecek akun media sosial sang mantan.

2. Membandingkan kehidupan

Beberapa pasangan yang putus, tak lama setelahnya diketahui sudah memiliki pasangan atau pacar baru dan akhirnya menikah. Stalking otomatis membuat Anda membandingkan diri sendiri dengan pasangan barunya.

Secara tidak sadar, Anda akan membuat kehidupan yang terlihat lebih baik meski mustahil, seperti memiliki pasangan baru yang terlihat lebih baik. Namun, hal tersebut justru akan membuat pasangan baru Anda menjadi pelampiasan. Sehingga bahaya stalking mantan ini hanya akan menjadi ajang pamer dengan mantan pacar di status media sosial.

Advertisement

3. Patah hati berulang kali

Bahaya stalking mantan berikutnya yaitu akan membuat Anda patah hati berulang kali. Setelah mengakhiri hubungan, Anda akan merasa patah hati ketika Si Dia sudah mempunyai pasangan baru sedangkan Anda belum.

Tak hanya sulit move on, kebiasaan ini malah akan mematahkan hati diri sendiri karena masih kerap melihat status media sosial mantan dan sebagainya. Hal ini bisa membuat Anda yang terbiasa sendiri justru akan sulit ketika melihat kehidupan terbaru.

4. Menyakiti diri sendiri

Memata-matai sang mantan terus menurus hanya akan mengenang dirinya yang tidak berada di samping Anda. Lupakan atau alihkan semua kenangan yang pernah terjalin bersama dirinya. Sadari bahwa semua itu sudah selesai dan Anda harus membuka lembaran baru agar tidak menyakiti diri sendiri.

Baca juga: 6 Red Flag dalam Hubungan, Anda Perlu Hati-Hati

5. Menghancurkan kebahagiaan

Selain menyakiti diri sendiri, bahaya stalking mantan dapat menghancurkan kebahagiaan diri sendiri. Sebenarnya Anda cukup bahagia dan mengingat tentang dirinya lagi. Karena godaan menguntit mantan sangat besar dan akhirnya Anda memeriksa akun media sosialnya.

Perasaan yang tadinya bahagia justru akan menyulut amarah dan emosi saat melihat status. Hal ini hanya akan membuat Anda kecewa, sedih, dan mengingat kenangan bersama dirinya.

Advertisement

Lama kelamaan, kebiasaan ini dapat menghancurkan kebahagiaan diri Anda sendiri. Lakukanlah hal-hal yang bermanfaat dibandingkan mematai-matai sang mantan lewat media sosial.

6. Malu apabila ketahuan

Salah satu bahaya stalking mantan melalui media sosial adalah Anda akan merasa merasa malu apabila ketahuan. Tak sengaja menyukai foto yang di upload cukup lama akan membuat Anda merasa sangat malu.

Hal ini membuat sang mantan merasa tinggi dan bangga sedangkan Anda merasa seperti jatuh dari jurang namun tidak mati, tapi malu.

Cara berhenti menguntit mantan

Setelah mengetahui risiko dan bahaya stalking mantan, saat Anda menghentikan kebiasaan buruk ini. Jika terkesan sulit, berikut cara berhenti stalking mantan:

  • Usahakan untuk tidak membicarakan mantan kekasih dengan orang lain
  • Menyibukkan diri. Anda bisa menyibukkan diri dengan menghabiskan waktu berkualitas dengan anggota keluarga dan teman-teman dekat. Atau melakukan olahraga dan hobi baru.
  • Pertimbangkan tentang dampak buruk yang Anda rasakan ketika stalking
  • Unfollow dan block akun mantan kekasih di media sosial. Mempertimbangkan langkah ini dapat menutup akses ketika Anda ingin melihat kehidupan barunya sehingga Anda bersemangat untuk move on dan tidak berniat stalking mantan lagi.
  • Fokus dengan diri sendiri.
  • Berdamai.

Itulah sejumlah bahaya stalking mantan melalui media sosial dan cara menghentikannya. Berhentilah mencari tahu tentang mantan setelah Anda putus dengannya. Semoga bermanfaat!***

Baca juga: 6 Cara Menolak Ajakan Kencan Secara Halus Tanpa Menyakiti Perasaannya

Advertisement
Exit mobile version