Kesehatan
6 Bahaya Sering Konsumsi Minuman Boba Bagi Kesehatan, Batasi!

Ilustrasi Boba (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Minuman boba atau bubble tea belakangan cukup populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pasalnya, minuman ini sering dijadikan pilihan untuk melepas rasa haus atau sekadar dikonsumsi di saat senggang karena rasanya yang lezat. Meski enak, Anda perlu membatasinya karena ada sejumlah bahaya konsumsi minuman boba yang mengintai.
Perlu diketahui, boba pertama kali ditemukan oleh Liu Han-Chieh, yang merupakan pemilik kedai teh di Taiwan pada tahun 1998. Saat bosan, ia mencampur puding tapioka ke dalam es teh dan setelah dicoba ternyata rasanya enak. Kemudian, ia memasukkan produk temuannya ke dalam menu kedainya dan mendapat respon positif. Singkatnya, bubble tea jadi mendunia seperti sekarang ini.
Karena kelezatannya, banyak orang yang bahkan hampir setiap hari mengonsumsi minuman ini. Padahal, berlebihan dalam mengonsumsi minuman boba bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Lantas, apa saja bahaya konsumsi minuman boba jika terlalu sering?
Baca juga: 8 Efek Samping Minum Bir Setiap Hari, Hindari Mulai Sekarang!
Berikut beberapa bahaya konsumsi minuman boba secara berlebihan yang telah faktualid.com rangkum dari halodoc dan sumber lainnya.
Daftar isi
1. Gangguan pencernaan
Bahaya konsumsi minuman boba secara berlebihan yang pertama yaitu gangguan pencernaan. Terlalu sering mengonsumsi boba bisa membuat tubuh tidak mendapat asupan serat yang cukup. Hal ini terjadi karena bubble memiliki kandungan nutrisi yang rendah, terutama serat.
Seseorang yang minuman bubble tea akan mudah merasakan kenyang sehingga enggan untuk makan. Padahal, asupan serat dan nutrisi lain tetap dibutuhkan dari makanan sehat. Itulah yang menyebabkannya dalam meningkatkan risiko sembelit.
2. Obesitas
Foto Ilustrasi (Istimewa)
Bubble atau boba terdiri dari tepung tapioka. Bahan tersebut ternyata dapat meningkatkan deposit lemak dan mampu menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas berkat kandungan karbohidratnya yang tinggi. Itulah yang menjadi pemicu utama naiknya berat badan setelah mengonsumsi jajanan kekinian tersebut.
Ditambah lagi biasanya disajikan dengan tambahan susu, sirup, krimer, perisa buatan, serta berbagai bentuk lain dari gula.
Dalam satu gelas minuman boba ukuran 500 mililiter, diduga mengandung hingga 500 kalori. Padahal, kebutuhan kalori harian orang dewasa hanya sekitar 1800–2000 kalori. Dengan begitu, bahan-bahan tambahan tersebut akan menyumbang kenaikan berat badan
Dilansir laman Universitas California, Berkeley, dalam secangkir bubble bisa mengandung kalori 540 kkal. Seperempat bubble yang ditambahkan pada segelas minuman, terdapat 135 kalori tambahan masuk ke dalam tubuh, yang setara dengan kalori dalam sepiring nasi.
3. Memicu diabetes
Foto Ilustrasi (Istimewa)
Bahaya konsumsi minuman boba berikutnya yaitu meningkatkan risiko terserang diabetes. Sebagai infomasi, segelas minuman boba mengandung 20 sendok gula. Padahal, seseorang hanya diperbolehkan untuk mengonsumsi gula tidak lebih dari empat sendok gula dalam sehari.
Apabila mengonsumsi jajanan ini terlalu sering, maka tubuh akan mengalami kadar gula. Akibatnya, hormon insulin tidak mampu menyerap kelebihan gula yang diakibatkan oleh jajanan kekinian tersebut. Sehingga risiko terkena penyakit seperti diabetes jadi semakin tinggi.
Baca juga: 7 Bahaya Sering Menggunakan Tusuk Gigi, Batasi Mulai Sekarang!
4. Gangguan kesehatan gigi dan mulut
Foto Ilustrasi (Istimewa)
Tahukah Anda bahwa minum minuman boba terlalu sering bisa menyebabkan gangguan kesehatan gigi dan mulut? Gangguan yang bisa muncul adalah gigi berlubang. Bagaimana tidak, segelas bubble tea yang umum disajikan berupa campuran teh, susu, dan gula.
Kandungan gula dan bahan lainnya mampu diubah menjadi zat asam oleh bakteri di mulut. Perlahan, lapisan enamel gigi akan terkikis dan membuat gigi jadi berlubang. Agar terhindar dari bahaya konsumsi minuman boba ini, batasi ketika mengonsumsinya.
5. Risiko kanker
Selain memicu gangguan kesehatan gigi dan mulut, ternyata bahaya konsumsi minuman boba setiap hari bisa menyebabkan kanker. Bahaya ini berasal dari sebuah penelitian yang cukup menghebohkan di Jerman pada tahun 2012.
Pada penelitian tersebut, ditemukan stirena, asetofenon, serta zat tertentu yang melekat pada unsur bromin pada boba oleh para peneliti dari RWTH Aachen University, Jerman. Zat-zat itu dinilai sebagai bahan senyawa bifenil poliklorinasi (PCB), mikro-polutan yang beracun.
Banyak media yang mengangkat penelitian tersebut sebagai laporan utama, termasuk media di Taiwan karena sampel penelitian diambil dari pasar Taiwan. Paparan PCB juga bisa memicu kanker pada hewan menurut U.S. Environmental Protection Agency.
6. Memperparah masalah kulit
Foto Ilustrasi (Istimewa)
Mengonsumsi minuman boba terlalu sering juga bisa berdampak buruk pada kulit. Jajanan satu ini apabila tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan insulin, yakni hormon yang membantu menstabilkan kadar gula darah. Ketika insulin melonjak, maka peradangan juga meningkat.
Jika demikian, kondisi akan memperburuk peradangan dan infeksi kulit yang sudah ada, seperti eksim, rosacea, psoriasis, dan jerawat.
Itulah beberapa bahaya konsumsi minuman boba apabila terlalu sering. Jika Anda sangat gemar minuman ini, cobalah untuk mengurangi atau membatasi konsumsinya agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.***
Baca juga: 7 Dampak Buruk Minum Sambil Berdiri, Salah Satunya Mengganggu Sistem Pencernaan