Kesehatan
Pria Penerima Ginjal Babi, Akhirnya Meninggal Dunia Setelah Dua Bulan Dioperasi

Rick Slayman, penerima ginjal babi kini telah meninggal dunia. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA : Seorang pria di Amerika Serikat, Richard ‘Rick” Slayman, penerima transplantasi ginjal babi hasil rekayasa genetika pertama, dilaporkan meninggal dunia usai dua bulan menjalani operasi tersebut.
Namun pihak rumah sakit yang melakukan operasi transplantasi itu mengatakan, tidak ada indikasi bahwa transplantasi adalah penyebab kematiannya.
Dua bulan lalu, Rick Slayman yang berusia 62 tahun menjalani operasi transplantasi di rumah sakit umum Massachusetts. Ahli bedah saat itu mengatakan, mereka yakin ginjal babi akan bertahan setidaknya dua tahun.
Sayangnya, tak sampai dua tahun, keluarga dan rumah sakit yang melakukan operasi, mengkonfirmasi kematian Slayman pada Sabtu (11/5/2024).
“Tim transplantasi Mass General sangat sedih atas meninggalnya Rick Slayman secara tiba-tiba. Kami tidak mempunyai indikasi bahwa itu adalah akibat dari transplantasinya baru-baru ini,” ujar pihak rumah sakit dikutip dari laman resminya, Senin (13/5/2024).
Slayman adalah orang pertama yang menjalani prosedur cangkok ginjal babi. Sebelumnya, ginjal babi untuk sementara ditransplantasikan ke penerima yang mati otak sebagai percobaan.
Keluarga Slayman menggambarkannya sebagai pria baik hati yang sangat berdedikasi kepada orang-orang dalam hidupnya.
“Jutaan orang di seluruh dunia telah mengetahui kisah Rick. Kami merasa, dan masih merasa terhibur dengan optimisme yang dia berikan kepada pasien yang sangat menunggu transplantasi.” kata keluarga dalam sebuah pernyataan.
Para ahli telah lama meneliti cara mentransplantasikan organ hewan ke manusia dengan aman dan berhasil, yang menurut mereka dapat membantu mengatasi kekurangan organ.
Xenotransplantasi mengacu pada penyembuhan pasien manusia dengan sel, jaringan atau organ dari hewan. Upaya tersebut telah lama gagal karena sistem kekebalan tubuh manusia segera menghancurkan jaringan hewan asing. Upaya terbaru telah melibatkan babi yang telah dimodifikasi sehingga organ mereka lebih mirip dengan manusia.***