Kesehatan
Hati-Hati!, Omicron XBB Mudah Serang Orang Seperti Ini

Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan RSUP Persahabatan dr Prasenohadi, PhD, SpP(K), KIC. (Dok. Faktualid)
FAKTUAL-INDONESIA : Pasien Covid-19 di Indonesia meningkat lagi, masyarakat diminta jaga protokol kesehatan. Lonjakan kasus diduga akibat Subvarian Omicron XBB.
Varian ini memiliki gejala lebih ringan dibandingkan varian Delta yang menjadi biang lonjakan COVID-19 besar-besaran di RI pada 2021, namun ada kelompok tertentu yang rentan tertular Omicron XBB dan kondisi mudah memburuk.
Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan RSUP Persahabatan dr Prasenohadi, PhD, SpP(K), KIC menjelaskan, pasien-pasien COVID-19 yang harus menjalani perawatan di rumah sakit kini memang mengalami penurunan gejala.
Namun ia menemukan, sebagian besar pasien adalah pengidap penyakit penyerta atau komorbid seperti gagal ginjal kronis, kelainan jantung kronis, atau kanker ganas.
Kebanyakan dari pasien tersebut juga belum menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis lengkap.
“Jadi memang vaksinasi ini memang sangat berguna dan kalau dilihat hampir sebagian besar pasien yang dirawat belum divaksin atau belum dilakukan vaksinasi yang lengkap. Mungkin hanya satu kali, dua kali, berbeda dengan orang-orang yang sudah lengkap,” ungkapnya dalam konferensi pers virtual Perkembangan Pandemi di Indonesia dan Gejala pada Pasien COVID-19, Rabu (16/11/2022).
Ia menambahkan, pasien COVID-19 yang meninggal dunia umumnya memang sudah dalam kondisi sakit berat dan harus menjalani pengobatan rutin.
“Pasien yang meninggal mortalitasnya memang yang besar adalah orang-orang dengan komorbid. Usia lanjut, ada penyakit penyerta contohnya pasien dengan HIV, gagal ginjal. Memang sebelumnya sudah memiliki penyakit yang berat kemudian diperparah dengan COVID,” kata dr Pras.
“Ada beberapa pasien yang parunya bagus normal, tapi ada penyakit di orang lain yang memang harus menjalani pengobatan yang rutin dan itu yang harus diperhatikan pada orang dengan usia tua dan komorbid,” pungkasnya.
Data terakhir per Rabu (16/11/2022), kasus harian COVID-19 RI sudah menembus 8 ribu kasus, dengan angka 8.486 kasus baru dibarengi 4.255 kasus sembuh dan 54 pasien meninggal dunia. Kasus harian tersebut merupakan jumlah tertinggi terhitung sejak April 2022.***