Kesehatan

8 Apa Saja Penyebab Infeksi Saluran Kemih? Ini Penjelasannya

Published

on

8 Apa Saja Penyebab Infeksi Saluran Kemih? Ini Penjelasannya

Ilustrasi: penyebab infeksi saluran kemih

FAKTUAL INDONESIA – Penyebab Infeksi Saluran Kemih sering kali dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa bikin aktivitas sehari-hari jadi nggak nyaman. Sensasi anyang-anyangan, nyeri saat buang air kecil, sampai rasa tidak tuntas setelah ke toilet adalah keluhan yang cukup sering dialami. Infeksi saluran kemih atau yang biasa disingkat ISK bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, meskipun kasusnya lebih banyak terjadi pada perempuan. Banyak orang baru sadar terkena ISK setelah gejalanya terasa mengganggu, padahal penyebabnya sering kali berasal dari kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dilakukan terus-menerus.

Baca Juga : Penyempitan Saluran Kemih bagian Bawah Bisa Diakibatkan Beberapa Hal

Penyebab Infeksi Saluran Kemih tidak selalu berkaitan dengan penyakit berat. Hal-hal sederhana seperti jarang minum air putih, menahan buang air kecil terlalu lama, atau kurang menjaga kebersihan area intim bisa menjadi pemicu utama. Selain itu, aktivitas seksual, penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat, hingga cara membersihkan area kewanitaan yang kurang tepat juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Bakteri yang masuk ke saluran kemih bisa berkembang dengan cepat jika kondisi tubuh dan lingkungan mendukung, sehingga infeksi pun mudah terjadi.

Berikut ini beberapa penyebab infeksi saluran kemih (ISK) yang sudah dilansir oleh faktualid.com dari berbagai sumber:

Penyebab infeksi saluran kemih

  1. Bakteri di saluran kemih

    Penyebab infeksi saluran kemih yang paling sering terjadi adalah bakteri Escherichia coli (E. coli) yang sebenarnya merupakan bakteri normal di usus besar. Masalah muncul ketika bakteri ini berpindah dari area anus menuju uretra atau saluran kencing, sehingga memicu terjadinya infeksi.

    Kondisi ini lebih rentan dialami oleh wanita karena jarak antara anus dan uretra relatif lebih pendek dibandingkan pria, sehingga bakteri lebih mudah masuk ke saluran kemih. Selain itu, kebiasaan membersihkan area setelah buang air besar dengan arah dari belakang ke depan juga dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri, yang akhirnya menjadi salah satu penyebab infeksi saluran kemih.

    Baca Juga : 6 Tanda Diabetes Tidak Terkontrol yang Perlu Kamu Ketahui

  2. Sering menahan buang air kecil

    Kebiasaan menunda buang air kecil dapat menyebabkan urine berada terlalu lama di dalam kandung kemih, sehingga menciptakan kondisi yang ideal bagi bakteri untuk berkembang. Semakin sering seseorang menahan pipis, semakin besar pula risiko terkena infeksi saluran kemih. Oleh karena itu, sebaiknya segera ke toilet saat muncul keinginan buang air kecil agar kandung kemih tetap sehat dan terhindar dari infeksi.

  3. Aktivitas seksual

    Aktivitas hubungan intim dapat memicu masuknya bakteri ke dalam uretra, terutama jika tidak segera buang air kecil setelahnya. Kondisi ini dikenal dengan istilah honeymoon cystitis dan cukup sering terjadi. Untuk membantu membersihkan saluran kemih dan menurunkan risiko infeksi, dianjurkan untuk buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan intim.

    Baca Juga : 10 Manfaat Urang Aring Bagi Rambut dan Tubuh

  4. Kurang minum air putih

    Penyebab infeksi saluran kemih berikutnya adalah kebiasaan kurang minum air putih. Asupan cairan yang tidak mencukupi dapat menurunkan frekuensi buang air kecil, sehingga bakteri tidak terbilas keluar dari saluran kemih dengan optimal.

    Selain itu, urine yang menjadi lebih pekat juga dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum setidaknya 8 gelas air setiap hari agar kesehatan saluran kemih tetap terjaga.

  5. Penggunaan pembalut dan celana dalam yang tidak tepat

    Penggunaan pembalut yang dibiarkan terlalu lama dalam kondisi lembab atau pemakaian celana dalam berbahan sintetis seperti nilon dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri.

    Kelembaban berlebih di area intim membuat bakteri lebih mudah berkembang. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya ganti pembalut secara rutin setiap 4–6 jam dan pilih celana dalam berbahan katun yang mampu menyerap keringat dengan baik.

    Advertisement

    Baca Juga : Waspadai, Ini 6 Penyebab Penis Keluar Nanah, Bisa Pertanda Penyakit Serius!

  6. Penyumbatan saluran kemih

    Kondisi seperti batu ginjal, pembesaran prostat pada pria, maupun kelainan pada struktur saluran kemih dapat menghambat aliran urine. Ketika urine tidak mengalir dengan lancar, penumpukan yang terjadi bisa menjadi media yang ideal bagi bakteri untuk berkembang.

    Jika infeksi saluran kemih sering kambuh atau terjadi berulang, ada kemungkinan terdapat gangguan struktural yang sebaiknya diperiksa lebih lanjut oleh tenaga medis.

  7. Penggunaan kateter yang terlalu lama

    Penggunaan kateter urine dalam jangka waktu yang panjang dapat memperbesar risiko masuknya bakteri ke dalam kandung kemih. Oleh karena itu, penting memastikan alat medis yang digunakan berada dalam kondisi steril dan pemakaiannya sesuai dengan petunjuk serta pengawasan dokter.

    Baca juga: 7 Penyebab Air Kencing Bau Menyengat yang Perlu Diperhatikan, Jangan Disepelekan!

  8. Perubahan hormon

    Penyebab infeksi saluran kemih juga berkaitan dengan perubahan hormon pada kondisi tertentu. Pada wanita yang memasuki masa menopause, penurunan kadar estrogen dapat membuat lapisan uretra menjadi lebih tipis dan rentan terhadap infeksi.

    Sementara itu, pada ibu hamil, perubahan hormon yang terjadi serta tekanan rahim terhadap kandung kemih dapat menghambat aliran urine dan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri, sehingga risiko infeksi saluran kemih menjadi lebih tinggi.***

Exit mobile version