Kesehatan

Pemerintah Perlu Bersikap dan Identifikasi seberapa Besar Penularan Omicron

Published

on

Ilustrasi

FAKTUAL-INDONESIA:  Pemerintah perlu mengambil sikap terkait penganggulangan Omicron ini, termasuk segera mengidentifikasi seberapa besar penularan di masyarakat.

Hal itu dikatakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Tjandra Yoga Aditama menanggapi perkembangan Covid-19 varian Omicron di dalam negeri.

“Kasus pertama Tn N misalnya, diberitakan diduga tertular dari warga yang baru pulang dari Afrika, tentu akan baik kalau diinformasikan juga siapa saja anggota masyarakat lain yang sudah tertular, apakah semua sudah dikarantina, ke tempat mana saja mereka berkunjung sehingga masyarakat lain yang juga berkunjung ke tempat yang sama bisa waspada,” kata Tjandra seperti dikutip dari anraranews.com, Minggu (26/12/2021).

Demikian juga; tuturnya, dengan kasus-kasus lainnya yang sudah ada sekarang dan yang mungkin akan ada lagi di hari-hari mendatang.

Selain itu, perlu juga memperketat kemungkinan tambahan kasus dari luar negeri, dengan membatasi orang yang masuk, melakukan karantina yang ketat sampai 14 hari dan sebaiknya mengantisipasi agar jangan sampai ada yang lolos dengan berbagai alasan.

Advertisement

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 16 Desember 2021 menyatakan Omicron sebagai ancaman terbesar kesehatan masyarakat dunia sekarang ini.

Dia, ketika itu, juga melaporkan bahwa satu orang tertular Omicron. Pada Minggu (26/12/2021), Kementerian Kesehatan menyebut sudah tercatat 30 kasus Omicron.***

Exit mobile version