Kesehatan

Berpotensi Akibatkan Kematian lantaran Serangan Jantung, Kendalikan Berat Tubuh

Published

on

Kendalikan berat tubuh (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA:  Ketika berat badan sudah mengarah kondisi obesitas harus diwaspadai. Sebab, kondisi obesitas memiliki kemungkinan sekitar 1,5 hingga 2,5 kali lebih tinggi meninggal karena serangan jantung.

Seperti penuturan Dr. dr. Nahar Taufiq, SpJP (K). obesitas membuat seorang lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolesterol, resistensi insulin serta penyempitan dan penyumbatan arteri.

“Oleh karena itu, orang obesitas memiliki kemungkinan antara 1,5 hingga 2,5 kali lebih besar untuk meninggal karena serangan jantung daripada orang dengan indeks massa tubuh (IMT) normal,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Universitas Indonesia.

Obesitas, seperti dikutip dari antaranews.com, Selasa (14/6/2022), bisa diketahui dengan mengukur lingkar perut atau indeks massa tubuh (IMT) ketika mencapai angka lebih dari 25.

Kondisi obesitas, tuturnya, meningkatkan risiko sejumlah penyakit akibat penumpukan lemak yang berlebih pada tubuh dapat mempengaruhi organ dalam menjalankan fungsinya.

Advertisement

The American Heart Association merekomendasikan untuk melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik sepanjang minggu untuk menjaga kesehatan kardiovaskuler yang baik.

Nahar merekomendasikan melakukan aktivitas aerobik, salah satunya Zumba. Kegiatan ini bisa merangsang detak jantung dan pernapasan selama latihan, meningkatkan laju jantung, meningkatkan curah jantung dengan pernafasan yang regular dan meningkatkan aliran darah.

“Tentunya untuk memulai olahraga diperlukan pemanasan dan jangan memforsir terlalu keras di awal. Diskusikan juga dengan dokter untuk mendapat rekomendasi kapasitas fungsional jantung yang sesuai kebutuhan tubuh,” tuturnya.***

Advertisement
Exit mobile version