Kesehatan
Berolahraga pun Bisa untuk Pengobatan, Salah Satunya Mengendalikan Kolesterol

Lari, murah dan menyehatkan (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Berolahraga, sàatnya, dipilih untuk mengisi libur akhir tahun. Tidak harus keluar kota untuk melakukannya.
Di lingkungan rumah pun tak soal. Yang penting tujuan berolahraga tercapai. Salah satunya mengendalikan agar kolesterol terkontrol.
Untuk diketahui, kolesterol dalam kadar yang sesuai sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi secara normal. Namun, jika kadar kolesterol terlalu tinggi, maka sangat berbahaya bagi tubuh karena akan menyebabkan berbagai penyakit dan komplikasi.
Kadar koletesterol dalam darah yang disarankan untuk setiap orang bervariasi. Tergantung tiap orang apakah memiliki risiko lebih tinggi atau lebih rendah untuk bisa terkena penyakit pembuluh arteri.
Maka dari itu diperlukan makanan yang sehat dan juga olahraga. Tetapi masih banyak orang yang belum tahu olahraga apa saja yang baik bagi tubuh seseorang. Lalu apa saja olahraga tersebut? Berikut rangkumannya.
1. Berjalan
Jalan cepat sangat bagus untuk menurunkan kolesterol, menurut American Heart Association, dan kebanyakan orang bisa melakukannya. Yang dibutuhkan hanyalah sepasang sepatu kets yang nyaman. Berjalan adalah latihan aerobik, yang meningkatkan penggunaan oksigen dengan memperkuat jantung dan paru-paru.
Faktanya, jalan cepat ternyata sama efektifnya dalam menurunkan kolesterol seperti berlari, menurut sebuah penelitian di Aterosklerosis, Trombosis, dan Biologi Vaskular pada Mei 2013.
2. Berlari
Lari adalah latihan aerobik. Berlari membantu menurunkan kolesterol dengan meningkatkan detak jantung.
3. Bersepeda
Penelitian telah menunjukkan bahwa mengendarai sepeda adalah latihan aerobik yang aman dan efektif untuk membakar kalori dan menurunkan kolesterol jahat. Salah satu manfaat utama bersepeda adalah dapat menjadi bagian dari rutinitas harian tanpa mengganggu kegiatan lainnya.
Para ahli merekomendasikan mengendarai sepeda ke tempat kerja atau saat menjalankan tugas, dibandingkan dengan mengemudi atau naik transportasi umum.
Namun, jika merasa tidak nyaman mengendarai sepeda di jalan, bersepeda cepat dengan sepeda stasioner juga bisa membantu. Levine menyarankan untuk memulai dengan perlahan, melakukan perjalanan singkat di medan datar atau pada pengaturan tanjakan rendah dengan sepeda stasioner.
Kemudian, lakukan setidaknya 30 menit olahraga sedang hingga intens 5 hari seminggu. Selanjutnya, tingkatkan hingga 45 hingga 60 menit hampir setiap hari.
4. Berenang
Berenang yang juga merupakan latihan aerobik, bisa menjadi pilihan yang baik untuk program kebugaran penurun kolesterol. Berenang itu mudah pada persendian dan aktivitas fisik yang baik jika seseorang memiliki masalah ortopedi. Setengah jam berenang akan membakar sekitar 240 kalori, menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI).
Berenang dapat pula sebagai latihan intensitas tinggi untuk membantu menjaga berat badan.
5. Angkat Beban
Selain aktivitas aerobik, olahraga yang dilakukan juga harus mencakup latihan kekuatan. Latihan kekuatan, seperti diulas National Center on Health, Physical Activity, and Disability, membantu membangun otot dan otot meningkatkan pembakaran kalori saat istirahat. Pilihannya termasuk latihan angkat beban dan toning.
Dalam sebuah penelitian, pria yang berlatih kekuatan melihat kolesterol baik meningkat dibandingkan dengan pria yang tidak melakukan, terlepas dari berat badan mereka.***