Kesehatan
Kasus Hepatitis Akut Bertambah, Ini Kata Dokter Penyakit Dalam FK UNS

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Dhani Redhono Harioputro, dr., Sp.PD., KPTI. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Penyakit hepatitis akut yang terjadi di sejumlah negara di dunia saat ini masih misterius karena belum diketahui penyebabnya. Di Indonesia, sampai kemarin sudah tercatat 18 kasus dugaan hepatitis akut dan tujuh pasien meninggal dunia.
Untuk mengenal penyakit ini, Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Dhani Redhono Harioputro, dr., Sp.PD., KPTI, meminta para orangtua untuk mengetahui gejala penyakit ini pada anak-anak.
“Penyakit ini memiliki ciri-ciri yang cukup mencolok. Yakni ada warna kuning pada bagian mata. Itu merupakan akibat dari bilirubin yang tinggi. Jika kadar bilirubinnya semakin tinggi, kulit anak juga akan menjadi kuning,” jelas dr Dhani, Sabtu (14/5/2022).
Mata yang seharusnya putih menjadi kuning. Kemudian bisa terlihat di telapak tangan dan kaki. Air seninya juga berwarna seperti teh, kadang-kadang disertai feses yang berwarna pucat.
Selain itu, penderita biasanya akan mengalami demam, mual atau muntah, badan terasa sakit, hingga diare. Jika anak memiliki tanda-tanda tersebut, dr. Dhani menyarankan para orang tua agak segera membawa anak mereka ke dokter.
Terkait penlaran penyakit ini, Dhani mengatakan tidak ditularkan antarmanusia. Namun, penularannya melalui media-media tertentu. Pada kasus hepatitis akut ini, WHO menduga media yang sering menjadi penularannya adalah makanan dan minuman.
Hal ini mirip dengan hepatitis A dan E yang penularannya melalui media makanan. Namun, berbeda dengan hepatitis B,C, dan D yang penularannya melalui cairan tubuh.
“Tidak menular antarmanusia, tapi dapat ditularkan melalui beberapa media. Maksudnya kalau memang dugaan terakhir WHO ada dugaan infeksi dari arbovirus, penderita bisa terkontaminasi dari makanan. Jadi makanan atau minuman bisa menularkan virus ini,” jelasnya lagi.
Untuk mencegah dan mengantisipasi hepatitis akut pada anak, dokter spesialis penyakit dalam ini menyarankan masyarakat agar selalu menaati protokol kesehatan. Peran masker cukup penting untuk menghindarkan diri dari berbagai virus.
Selain itu, juga mengimbau para orangtua agar mengingatkan anaknya selalu mencuci tangan sebelum makan. Cuci tangan yang benar dapat menghilangkan virus di tangan.
“Untuk menghindari, tetap menggunakan prokes saat ini. Kedua, cuci tangan dulu sebelum kita mengonsumsi makanan karena ini diduga ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi,” tegasnya. ***