Kesehatan

Dokter Patologi Klinis UNS Sarankan Vaksinasi Booster Diberikan 12 Bulan Setelah Vaksin Dosis Dua

Published

on

Dokter Patologi Klinis RS UNS dr Tonang Dwi Ardyanto. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Vaksinasi Covid-19 booster akan dimulai tanggal 12 Januari ini. Pemerintah mengeluarkan kebijakan jika vaksinasi booster diberikan paling cepat enam bulan setelah vaksinasi dosis kedua. Sedangkan menurut Dokter Patologi Klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr Tonang Dwi Ardyanto Sp.PK PhD menyarankan vaksinasi booster disarankan 12 bulan setelah vaksinasi dosis kedua.

“Dalam laporan penelitian setelah 12 bulan mulai mendapati risiko penurunan aktivitas vaksin. Maka mulai diberikan vaksin booster, kalau pemeientah katakan paling cepat enam bulan, kalau saya sarankan 12 bulan setelah suntikan yang dulu,” jelas dr Tonang di Rumah Sakit (RS) UNS Solo, Senin (11/1/2022) .

Menurut dr Tonang, menutup akhir tahun 2021 capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia mencapai 41,82 persen sudah lengkap divaksin Covid-19 hingga dosis kedua. Sedangkan yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama sebanyak 19 persen, sehingga masih ada sekitar 39 persen yang belum divaksin sama sekali.

“Jadi kalau menurut saya mending berusaha memvaksin yang 40 persen belum mendapatkan vaksinasi sama sekali itu dulu. Agar benteng kita kuat,” katanya.

Advertisement

Dr Tonang menyebut sampai saat ini dengan vaksinasi Covid-19 dua dosis yang sudah dilakukan mampu menghadapi varian baru Omicron. Apalagi Omicron dipercaya tidak menimbulkan masalah bagi layanan kesehatan seperti varian Delta yang lalu.

“Dimana saat itu banyak orang terpapar Covid-19, na semakin banyak orang terkena maka terbentuk antibodi sehingga bisa menghadapi Omicron,” katanya.

Sehingga, menurut Tonang pemberian vaksinasi booster bisa disesuaikan dengam kemampuan. Jika ada kesempatan dan kemampuan mendapatkan vaksin booster, maka dipersilahkan.

“Tapi kalau tidak ada kesempatan dan kemampuan jangan jadi keresahan yang penting kita saling menjaga dan sudah menjadi satu benteng bersama bukan pribadi,” katanya lagi.

Lebih lanjut dr Tonang yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 RS UNS itu menyarankan booster dilakukan sesuai urutan atau tahapan vaksinasi awal dulu. Hal ini dilakukan agar pemberian vaksin booster bisa merata dan sesuai dengan ururan waktunya.***

Advertisement

Exit mobile version