Kesra

ITS Lantik 93 Insinyur Baru

Published

on

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng

FAKTUAL-INDONESIA: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) melantik 93 insinyur baru, Sabtu (16/4/2022) sore. Penambahan insinyur baru ini berkontribusi untuk mengatasi ketimpangan jumlah profesi insinyur di Indonesia.

Acara Pelantikan Insinyur Lulusan Program Studi Program Profesi Insinyur ITS Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022 ini diselenggarakan secara luring dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube resmi ITS TV.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng menyampaikan apresiasinya kepada para lulusan PSPPI ITS atas kerja keras mereka dalam menjalani masa pendidikan selama enam bulan hingga berhasil menyandang gelar insinyur.

Hingga saat ini, insinyur yang diakui secara formal di Indonesia baru berjumlah sekitar 10.900 orang. Padahal jumlah lulusan sarjana teknik dan serumpunnya sudah melebihi 1 juta orang.

“Kegiatan pelantikan profesi insinyur kali ini merupakan kali pertama diadakan secara luring oleh ITS selama masa pandemi,’ ujarnya.

Advertisement

Pelaksanaan Program Profesi Insinyur (PPI) merupakan amanat dari UU No 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, dan diperkuat dalam PP No 25 Tahun 2019.

Sertifikasi insinyur merupakan sebuah kewajiban bagi para profesional yang bekerja di bidangnya. “Di ITS sendiri pelaksanaannya dapat melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL),” ujarnya.

Turut hadir pada kesempatan ini, Ketua PII Wilayah Jawa Timur Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS IPU. Penghargaan dan ucapan selamat disampaikannya atas pencapaian 93 insinyur yang baru dilantik.

Apresiasi juga disampaikan atas kesuksesan ITS yang berhasil menyelenggarakan PPI di bawah naungan Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) ITS.

Menurut Bisri, saat ini proporsi insinyur yang dihasilkan oleh perguruan tinggi masih jauh dibandingkan kebutuhan profesi ini. Terdapat 40 perguruan tinggi yang diberikan mandat untuk melaksanakan PPI.

Advertisement

Namun, dari jumlah tersebut hanya 34 perguruan tinggi yang aktif dalam penyelenggaraannya. “Oleh karena ketimpangan kebutuhan tersebut, pemerintah belum mewajibkan setiap proyek bersyarat insinyur,” ujarnya.

Oleh karena itu, PII terus menggenjot perguruan tinggi untuk menghasilkan lebih banyak insinyur di tahun-tahun berikutnya. Terkait hal tersebut, Bisri yakin ke depannya ITS dapat berkontribusi lebih besar terhadap persebaran insinyur di Indonesia.
Bisri berharap, para insinyur yang baru saja dilantik ini segera melakukan pengurusan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI).

Tujuannya, agar para insinyur baru ini secara formal sah untuk melakukan praktik sebagai insinyur. “Harapannya, dengan anggota lebih banyak PII dapat lebih maju baik secara keprofesian maupun organisasi,” ujarnya.***

Advertisement
Exit mobile version