Kesra
Wamen Dukbangga Isyana Soroti Pentingnya Fungsi Agama sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Generasi Muda

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., saat menghadiri Upacara Ngenteg Linggih yang dilaksanakan di Parahyangan Agung Bhuwana Raksati, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: Kemendukbangga)
FAKTUAL INDONESIA: Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, SSos Ia menyoroti pentingnya fungsi agama sebagai fondasi pembentukan karakter, yang diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah dan penanaman nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Selain itu, fungsi cinta kasih, sosialisasi, pendidikan, dan kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Hal itu disampaikan Wamendukbangga Isyana dalam sambutannya saat menghadiri Upacara Ngenteg Linggih yang dilaksanakan di Parahyangan Agung Bhuwana Raksati, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.
Isyana juga menyampaikan salam hormat dari Presiden Prabowo Subianto serta menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya pada agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menekankan bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga, yang didukung oleh lingkungan pendidikan, termasuk pasraman, serta peran aktif masyarakat dalam membentuk generasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Isyana berharap Upacara Ngenteg Linggih membawa kerahayuan bagi seluruh umat Hindu serta semakin memperkuat spiritualitas dalam menjalankan dharma dan pengabdian di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara semangat kebersamaan, persaudaraan, dan pengabdian, sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, keluarga yang tangguh, serta Indonesia Emas 2045.
Seperti dilansir laman Kemendukbangga, Isyana menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh pihak yang telah bergotong royong hingga terselenggaranya Upacara Ngenteg Linggih pada Rabu (29/7/2026). Menurutnya, semangat persaudaraan dan kerukunan yang tercermin dalam pelaksanaan upacara merupakan modal sosial yang penting dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh agama, unsur pemerintah, dan umat Hindu dari berbagai daerah. Prosesi suci ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, kebersamaan, serta semangat gotong royong (ngayah) yang telah menjadi bagian dari kehidupan umat Hindu. ***