Kesra
Mendikdasmen Ingatkan Satuan Pendidikan tidak Membebani Anak dengan Tuntutan Akademik yang Belum Sesuai Tahap Perkembangannya

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa masa usia dini merupakan fondasi bagi perkembangan anak pada jenjang pendidikan berikutnya. (Kemendikdasmen)
FAKTUAL INDONESIA: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengingatkan agar satuan pendidikan tidak membebani anak dengan tuntutan akademik yang belum sesuai tahap perkembangannya.
“Jangan membebani anak-anak TK dengan tuntutan akademik yang berlebihan. Pendidikan di usia dini adalah ruang bagi anak untuk bermain, bersosialisasi, membangun rasa percaya diri, melatih motorik, menanamkan kebiasaan baik, dan membangun karakter,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Baca Juga : Imbau Lihat di SIMPKB, Kemendikdasmen Panggil 60.896 Guru Ikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2
Mendikdasmen menegaskan bahwa masa usia dini merupakan fondasi bagi perkembangan anak pada jenjang pendidikan berikutnya.
“Hampir semua teori pendidikan menyebutkan bahwa tujuh tahun pertama kehidupan merupakan masa yang paling menentukan. Pendidikan anak usia dini adalah fondasi bagi seluruh proses pendidikan selanjutnya,” ujarnya.
Oleh karena itu, pemerintah memasukkan PAUD ke dalam program Wajib Belajar 13 Tahun, sekaligus memperluas dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik TK dari keluarga sasaran serta peningkatan kompetensi guru PAUD.
Baca Juga : Kemendikdasmen Siapkan Perluasan Program Revitalisasi Sekolah, Mendikdasmen Mu’ti: Ada Tambahan 60 Ribu Satuan Pendidikan
Semangat tersebut diterapkan dalam pelaksanaan SPMB di TK ‘Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain. Kepala sekolah, Ami, mengatakan seluruh informasi pendaftaran disampaikan secara terbuka, sekaligus menjadi ruang membangun kemitraan dengan orang tua. “Kami ingin memastikan setiap orang tua memahami sejak awal visi sekolah, kurikulum, hingga pola kolaborasi yang akan dibangun. TK bukan tempat berlomba agar anak cepat bisa membaca, tetapi tempat membangun fondasi akhlak, karakter, dan kesiapan belajar,” jelas Ami.
Baca Juga : Mendikdasmen Mu’ti Tegaskan Menjaga Lingkungan Ikhtiar Mewujudkan Kehidupan Damai dan Harmonis
Ketua Panitia SPMB, Lelly, menambahkan layanan pendaftaran dibuat fleksibel melalui layanan langsung, daring, dan WhatsApp agar orang tua merasa nyaman sejak awal. “Target kami sederhana, orang tua merasa tenang saat mendaftarkan anaknya. Karena itu kami menyediakan berbagai jalur komunikasi, mendampingi selama proses pendaftaran, dan memastikan setiap berkas diverifikasi secara teliti,” ujarnya seperti dilansir laman Kemendikdasmen.
Pelaksanaan SPMB PAUD yang ramah menunjukkan bahwa proses penerimaan murid baru bukan hanya proses administrasi. Lebih dari itu, SPMB menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah untuk menumbuhkan karakter, kemandirian, serta kecintaan anak terhadap belajar. Bagi anak usia dini, pengalaman belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan jika dikenalkan lewat permainan.***