Kesra

Cegah Penyakit Mematikan, Menkes Budi Dorong Pekerja Rutin Cek Kesehatan Gratis

Published

on

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada acara Launching Cek Kesehatan Gratis (CKG) di FKTP Polri dan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Lemdiklat Polri, Jakarta, Selasa (23/6/2026). (Kemenkes)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada acara Launching Cek Kesehatan Gratis (CKG) di FKTP Polri dan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Lemdiklat Polri, Jakarta, Selasa (23/6/2026). (Kemenkes)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal.

“Penyakit seperti stroke, jantung, dan ginjal sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Karena itu, program Cek Kesehatan Gratis dari Presiden Prabowo harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata  Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya pada Launching Cek Kesehatan Gratis (CKG) di FKTP Polri dan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Lemdiklat Polri, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Menkes mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan empat indikator kesehatan utama, yaitu tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan obesitas. Ia menjelaskan bahwa tekanan darah harus dijaga di bawah 120/80 mmHg, kadar gula darah tidak melebihi 200 mg/dL, serta kolesterol tetap berada di bawah 200 mg/dL. Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga berat badan ideal melalui pola hidup sehat dan aktivitas fisik rutin.

“Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan angka di atas normal, jangan dianggap enteng meskipun merasa sehat. Segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan yang sudah dibangun oleh Polri untuk mendapatkan penanganan,” tegas Budi.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Bakti Kesehatan Polri Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sejak 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

Advertisement

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 5.354 tenaga kesehatan dengan total lebih dari 664 ribu layanan kesehatan yang telah diberikan kepada masyarakat, meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum dan spesialis, operasi katarak, operasi bibir sumbing, donor darah, pemeriksaan laboratorium, skrining stunting, layanan kesehatan ibu dan anak, hingga pelayanan TB.

Dalam kegiatan tersebut, Polri juga meluncurkan “Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh” sebagai bentuk dukungan pelayanan kesehatan bagi pekerja di seluruh Indonesia melalui jaringan rumah sakit Polri.

“Kartu ini diharapkan dapat mempermudah rekan-rekan buruh untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan Polri di seluruh Indonesia,” ujar Kapolri.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Polri dan serikat pekerja dalam mendukung kesehatan buruh di tengah tantangan ekonomi global dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, program kesehatan bagi buruh menjadi langkah konkret yang sangat membantu pekerja dan keluarganya.

Advertisement

Kegiatan Bakti Kesehatan Polri dan Launching CKG di FKTP Polri ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan promotif dan preventif bagi masyarakat Indonesia. ***

Exit mobile version