Internasional
Defisit 6 Bulan Berturut-turut, Korea Selatan Perlu Waspada dengan Kondisi Ekonomi
Korea Selatan Perlu Waspada dengan Kondisi Ekonomi (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Perdagangan luarnegeri Korea Selatan kembali defisit pada September 2022. Tercatat sudah enam bulan berturut-turut negara industri itu mengalami defisit.
Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi, ekspor meningkat satu digit sepanjang September, namun ekspor naik dua digit. Hasilnya, neraca perdagangan bulanan negara menjadi defisit $3,77 miliar.
Angka tersebut adalah pertama kalinya negara itu mencatat defisit perdagangan yang berlangsung selama lebih dari enam bulan berturut-turut sejak Mei 1997, sebagaimana dikutip Korea Times, Senin (3/10/2022).
Baca juga: IPU Diharapkan Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Dunia
Pemicu defisit disebabkan melonjaknya beban impor energi. Impor minyak mentah, gas dan batu bara Korea mencapai $17,96 miliar pada September, naik 81,2 persen dari tahun sebelumnya.
“Korea tidak akan dapat mencapai tingkat peningkatan ekspor yang tinggi untuk saat ini, karena angka tersebut telah melaporkan pertumbuhan satu digit sejak Juni,” kata Menteri Perdagangan Lee Chang-yang.
Menurutnya, perlambatan ekonomi global, melonjaknya biaya impor energi dan penurunan harga semikonduktor juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekspor Korea secara keseluruhan secara negatif.
“Tetapi satu tanda positif adalah bahwa ekspor telah melaporkan pertumbuhan selama 23 bulan berturut-turut, dan angka bulanan bulan lalu merupakan rekor tertinggi dalam sejarah,” katanya.
Baca juga: Pemerintah China Menerapkan Lockdown Akibat Covid-19, Dikhawatirkan Mengganggu Ekonomi
Pemerintah sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk membatasi impor energi dengan mengurangi permintaan dan meningkatkan efisiensi penggunaan.
Kinerja perdagangan yang masih defisit menambah kekhawatiran terhadap keadaan keuangan negara yang bergejolak yang diwakili oleh nilai tukar won-dolar yang melonjak.***