Internasional

Shopee India Tutup, Masyarakatnya Kurang Suka Belanja Online

Published

on

Perihal penutupan bisnis di India, Shopee mengatakan bahwa hengkangnya mereka dari India dikarenakan kondisi pasar.

Perihal penutupan bisnis di India, Shopee mengatakan bahwa hengkangnya mereka dari India dikarenakan kondisi pasar.

FAKTUAL-INDONESIA: Belum lama ini, platform belanja online terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, Shopee menutup bisnisnya di India. Padahal perusahaan e-commerce asal Singapura itu baru memulai bisnisnya di India pada Oktober 2021.

Shopee India resmi ditutup pada 29 Maret 2022 lalu. Namun aplikasi ini masih menjalankan aktivitas pengembalian dana kepada para membernya yang sudah menyimpan uangnya di aplikasi tersebut.

Perihal penutupan bisnis di India, Shopee mengatakan bahwa hengkangnya mereka dari India dikarenakan kondisi pasar.

“Mengingat ketidakpastian pasar global, kami telah memutuskan untuk menutup inisiatif Shopee India tahap awal kami,” demikian pernyataan Shopee seperti dikutip Reuters.

Ada dugaan keputusan Shopee keluar dari India dipicu oleh pemblokiran game Free Fire yang dilakukan pemerintah setempat, karena dicurigai mengirim data pengguna ke server di China. Game Free Fire masih satu payung dengan Shopee dalam naungan induk perusahaan, Sea Group.

Advertisement

Sea Group sendiri sudah menyatakan bahwa mereka tidak mengirim data pengguna ke China. Setelah pelarangan game Free Fire dan 53 aplikasi lain yang diklaim berasal dari China, Sea Group dilaporkan kehilangan 16 juta dolar AS di pasar saham New York, AS.

Sementara analis pasar Asia dari Citi, Alicia Yap, berpendapat belum ada bukti jelas bahwa keputusan Shopee tutup di India diakibatkan tekanan pemerintah setempat atau faktor operasional lainnya.

Sebelumnya, Shopee juga lebih dulu menutup bisnisnya di Prancis pada 6 Maret 2022.

Kurang Suka Berbelanja Online

Terlepas dari analisa perihal penutupan Shopee di India, salah satu warga India, Praveen Charles mengakui, bahwa masyarakat India umumnya kurang suka berbelanja online.

Advertisement

Ia mengaku beberapa kali memajang dagangannya di situs belanja online, namun dampaknya kurang menggembirakan.

“Justru mereka cenderung lebih suka datang ke butik saya untuk melihat langsung corak dan material kain yang saya jual,” jelas Praveen yang membuka usaha butik di Tamil, India.

Menurutnya, kebiasaan orang India adalah melihat langsung dan memilih hingga yakin sebelum membeli. “Kalau belanja online, kadang foto tidak sama dengan aslinya. Orang India tidak suka itu,” kata dia.

Namun, lanjutnya, sebetulnya di masa pandemi Covid-19, aplikasi online sangat membantu masyarakat untuk menjalankan aktivitas jual-beli.

Shopee memulai bisnisnya di India pada Oktober 2021 sebagai bagian dari upaya agresif perusahaan ekspansi internasional. Meski pasar e-commerce di India sudah diramaikan dengan Amazon dan Flipkart dari Walmart, perusahaan tetap lanjut merekrut penjual lokal dan merilis bisnis di India.

Advertisement

Sebelum bisnis di India disetop, jumlah pengguna aktif Shopee di sana mencapai hampir 12 juta pengguna pada Maret 2022, menurut laporan Tech in Asia. Angka tersebut naik dari 1 juta pelanggan per Oktober 2021. ***

Exit mobile version