Internasional
Prajurit Indonesia Gugur dalam Serangan di Lebanon Selatan, Pemerintah Kecam Keras!

Ilustrasi taman pemakaman, tempat prajurit TNI yang gugur dimakamkan. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon. Diketahui korban tewas bernama Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon. Dia meninggalkan seorang istri dan seoran anak yang masih berusia 2 tahun.
Sementara, tiga personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka setelah posisi kontingen Indonesia terkena serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada 29 Maret 2026.
Baca Juga : Tinjau Kesiapsiagaan Prajurit Yonif TP 848/SPC, Menhan Sjafrie Tekankan Pentingnya Kehadiran TNI Menjaga Keamanan Masyarakat
Situasi keamanan yang memburuk di kawasan itu dinilai turut meningkatkan risiko terhadap pasukan penjaga perdamaian internasional, termasuk kontingen Indonesia. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan laporan saling serang antara militer Israel Defense Forces dan kelompok bersenjata di wilayah Lebanon selatan.
Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan perlunya penyelidikan yang menyeluruh serta transparan untuk mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab. Indonesia juga menekankan bahwa keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian harus dihormati sepenuhnya sesuai hukum internasional.
Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri pada Senin (30/3/2026), pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada prajurit yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Simpati dan doa turut disampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan, serta harapan agar personel yang terluka segera pulih.
Baca Juga : Kunjungi Mako Kormar, Menhan Sjafrie Sampaikan Duka Cita Mendalam kepada Keluarga 23 Prajurit yang Gugur di Cisarua
Saat ini, Indonesia bekerja sama dengan pihak United Nations dan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan secepatnya, sekaligus menjamin penanganan medis terbaik bagi korban luka.
“Indonesia juga kembali menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri, menghormati kedaulatan serta integritas teritorial Lebanon, dan menghentikan serangan yang membahayakan warga sipil maupun infrastruktur. Pemerintah menegaskan pentingnya dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut serta mewujudkan stabilitas kawasan,” demikian pernyataan resmi Kemlu yang disiarkan melalui website Kemlu.go.id.
Hingga kini, Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait sambil memantau perkembangan situasi secara intensif.***