Connect with us

Internasional

Penembakan di Sebual Mal Texas Amerika Serikat, Menewaskan Pelakunya

Avatar

Diterbitkan

pada

Penembakan di sebuah mal Texas secara brutal menewaskan 9 orang. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Penembakan brutal terjadi di sebuah mal di Texas, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (6/5/2023). Dalam insiden itu, 9 orang tewas termasuk pelakunya.

Ini merupakan kasus penembakan yang kesekian kalinya terjadi di Amerika Serikat. Sebelumnya pada 2022 lalu, WNI Novita Kurnia tewas akibat penembakan brutal salah sasaran di sebuah perumahan Texas.

Usai insiden penembakan, sejumlah orang dievakuasi ke luar mal.

Penembakan Massal di Mal Texas
Dikutip dari AFP, Minggu (7/5/2023), penembakan massal secara brutal terjadi di sebuah mal di utara Dallas, Texas, Amerika Serikat (AS). Kejadian itu memicu kepanikan di Allen Premium Outlets, kompleks perbelanjaan di Allen.

Kepala departemen kepolisian Allen, Brian Harvey menyampaikan seorang petugas di mal melaporkan insiden penembakan tersebut terjadi pada Sabtu (6/5/2023) pukul 15.30 waktu setempat.

Advertisement

“Dia mendengar suara tembakan, pergi ke arah tembakan, melawan tersangka dan melumpuhkan tersangka. Dia juga kemudian memanggil ambulans,” kata Harvey.

Korban Penembakan Massal: 9 Tewas
Insiden penembakan massal di mal Texas mengakibatkan 9 orang tewas, termasuk pelaku. Dikutip dari AFP, Minggu (7/5/2023), sebanyak 7 orang meninggal di tempat kejadian. Sementara 2 orang meninggal di rumah sakit.

“(Kami) Menemukan tujuh orang yang meninggal di tempat kejadian. Kami membawa sembilan orang ke rumah sakit… Dari mereka yang kami bawa, dua telah meninggal,” kata kepala pemadam kebakaran Allen, Jonathan Boyd.

Mengutip CNN, tujuh korban lain yang dibawa ke rumah sakit tengah menjalani perawatan secara intensif. Tiga dalam keadaan kritis, sementara empat dalam kondisi stabil.

Adapun pelaku saat ini juga sudah dilumpuhkan dalam kondisi tewas. Sehingga total korban yang tewas dalam insiden tersebut sebanyak sembilan orang, delapan di antaranya warga sipil.

Advertisement

Juru bicara Medical City Healthcare Janet St. James menyampaikan pihaknya menerima delapan pasien dari penembakan itu, mulai dari usia lima hingga 61 tahun.

Pelaku Penembakan Massal Tewas
Identitas pelaku penembakan massal di mal Texas tidak diungkap ke publik. Dilaporkan bahwa pelaku tewas usai ditembak polisi. Tubuh pelaku tergeletak di trotoar.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (7/5/2023), seorang saksi mengatakan seorang pria bersenjata berjalan di trotoar dan menembakkan senjata secara acak dari luar.

Pejabat setempat memuji tindakan petugas polisi yang bertindak langsung membunuh penembak.

“Kami berutang budi kepada yang pertama kali berlari ke arah tembakan dan bertindak cepat untuk menetralkan ancaman,” kata Keith Self, seorang anggota Kongres dari Partai Republik yang distriknya mencakup kota Allen.

Advertisement

Gubernur Texas Greg Abbott menyebut penembakan massal itu sebagai ‘unspeakable tragedy’. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden sudah mengetahui terkait insiden penembakan massal di mal Texas itu.

Cerita Warga
Seorang warga, Jaynal Pervez yang berada di dalam mal saat terjadinya penembakan brutal di mal di Texas, Amerika Serikat menceritakan kisahnya saat menghadapi suasana mencekam. Jaynal mengatakan tidak ada tempat yang aman saat kejadian.

“Tidak ada tempat yang lebih aman. Saya tidak tahu harus berbuat apa,” kata Jaynal kepada CNN, dikutip AFP, Minggu (7/5/2023).

Pervez kemudian memberi tahu penyiar CBS mengenai pemandangan di tempat parkir mal kacau balau.

“Saya melihat sepatu di sekitar sana, ponsel orang di jalan,” katanya.

Advertisement

Dengan lebih banyak senjata api daripada jumlah penduduknya, Amerika Serikat memiliki tingkat kematian akibat senjata api tertinggi di antara negara maju lainnya. Pada tahun sebanyak 49.000 tingkat kematian akibat senjata api, naik dari 45.000 pada tahun sebelumnya.

Menurut Arsip Kekerasan Senjata, ada lebih dari 195 penembakan massal – didefinisikan sebagai empat atau lebih orang terluka atau terbunuh sepanjang tahun ini di Amerika Serikat.***

 

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement