Internasional
Menikah tanpa Pasangan kini semakin Populer di Jepang.

Pernikahan tanpa pasangan ini biasanya dilakukan perempuan lajang untuk merayakan masa muda dan kemandirian mereka.
FAKTUAL-INDONESIA: Tak kunjung mendapat pasangan bagi perempuan di Jepang bukan masalah. Ia bisa melakukan pernikahan tanpa pasangan alias pernikahan solo. Belakangan pernikahan jenis ini sedang tren di Negeri Sakura.
Bahkan, para perempuan Jepang ini bisa menggelar resepsi pernikahan solo dengan mengundang kerabat dan sahabat. Ada event organizer yang mengurus pernikahan semacam itu. Pernikahan tanpa pasangan ini biasanya dilakukan perempuan lajang untuk merayakan masa muda dan kemandirian mereka.
Seperti yang dilakukan oleh perempuan Jepang bernama Rina. Dikutip BBC, Rina menjalani sesi pemotretan seorang diri dengan menggunakan gaun pengantin. Pemotretan yang didedikasikan untuk dirinya sendiri.
Rina menyebut bahwa gaun pengantin pilihannya sebagai memori untuk dikenang. “Saya ingin mengenakan gaun dan memotret diri saya sendiri,” kata perempuan berusia 20 tahun itu.
Rina adalah salah satu dari semakin banyak perempuan muda di Jepang yang menyerah pada gagasan untuk menikah dan memilih sesuatu yang disebut pernikahan solo. Ini seperti pernikahan nyata, namun tanpa pengantin pria, komitmen hingga anak.
“Pernikahan solo sangat populer di Jepang saat ini. Bahkan jika itu bukan pernikahan Anda, Anda dapat mengenakan gaun untuk bersenang-senang, dan berfoto lucu di studio dengan terlihat seperti seorang putri,” lanjut Rina soal pernikahan solo.
Bahkan di Jepang tersedia jasa merayakan pernikahan solo untuk diri sendiri dengan biaya sekitar Rp11,6 juta atau sekitar atau ¥ 100.000. Mereka akan mendapat jasa makeup, rambut yang ditata, gaun besar, hingga pemotretan untuk mengabadikan masa muda dan kecantikan diri di hari istimewa ini.
Penyedia jasa pernikahan solo tersebut mengaku, biasanya ia mendapat 10 pelanggan yang ingin melakukan pernikahan solo.
Alasan lain perempuan Jepang melakukan pernikahan solo selain tak kunjung mendapat pasangan adalah lebih karena ingin menikmati hidupnya sendiri tanpa terganggu anak, suami ataupun mertua.
“Saya ingin bersenang-senang, tapi saya tidak bisa berkata tidak pada pekerjaan saya, karena saya khawatir mengenai masa depan. Saya ingin menghasilkan (uang) selagi saya masih muda,” ungkap Rina.
Rina sebelumnya adalah seorang penyanyi di sebuah girl band, namun kini ia bekerja di sebuah kafe. Rina juga menyampaikan kekhawatirannya lebih detail soal masa depan.
“Di generasi saya, kami mungkin tidak bisa pensiun, namun setiap orang bicara tentang harus menabung. Saya butuh mempersiapkannya dari sekarang,” kata Rina.
Menurut Rina, sebagian orang di Jepang pasti menginginkan bisa menikahi seseorang yang mapan, bukan seorang pekerja lepas. ***