Connect with us

Internasional

Kebijakan “nol-COVID” Ditentang dengan Demo di Beijing dan Shanghai

Avatar

Diterbitkan

pada

Demo menentang kebijakan “nol covid” semakin meluas di China. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Sejumlah orang-orang dari berbagai kota di China turun ke jalan, melakukan demonstrasi memprotes pembatasan yang terlalu ketat diberlakukan pemerintah.

Pemerintah dinilai terlalu ketat membatasi pergerakan masyarakat, sementara negara-negara lain sudah membuka diri.

Orang-orang di Beijing, Shanghai, dan kota lain di Cina turun ke jalan-jalan untuk memprotes langkah pencegahan virus Covid-19 oleh pemerintah.

Aksi protes berlangsung di Beijing pada Minggu (27/11/2022) malam untuk menentang kebijakan “nol-COVID”, yang menerapkan pembatasan pergerakan orang dengan sangat ketat.

Para pengunjuk rasa berteriak “Kami ingin kebebasan.” Mereka juga membentangkan lembaran kertas putih untuk mengungkapkan penolakan atas pembatasan kebebasan berpendapat.

Advertisement

Protes juga berlangsung di Shanghai pada Sabtu (26/11/2022) dan Minggu. Polisi menahan sejumlah pengunjuk rasa, termasuk seorang reporter. BBC mengatakan reporternya yang tengah meliput aksi protes pembatasan COVID-19 di Shanghai ditangkap dan ditahan oleh otoritas Cina pada Minggu.

BBC mengatakan reporternya, Ed Lawrence, ditahan selama beberapa jam, sebelum akhirnya dibebaskan. Dikatakan, ia dipukuli dan ditendang saat ditahan. BBC menyampaikan kekhawatiran serius atas perlakuan terhadap reporternya.

Aksi serupa berlangsung di Guangzhou dan Wuhan, serta di sejumlah kampus di Beijing dan Nanjing. Otoritas Cina tetap menerapkan pengawasan ketat terhadap kebebasan berpendapat. Aksi protes menentang pemerintah yang berlangsung secara simultan di sejumlah tempat di negara itu sangat jarang terjadi.

Pemerintah Cina mengonfirmasi sekitar 39.000 kasus baru virus korona pada Minggu, rekor harian selama lima hari beruntun.***

 

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement