Connect with us

Internasional

Kata Jokowi, Bekerja Sama dengan Jepang Sangat Bagus Tapi Harga Mahal

Avatar

Diterbitkan

pada

Presiden Jokowi saat akan bertolak kembali ke Tanah Air dari Hiroshima. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi salah satu tamu undangan Jepang dalam kegiatan Konferesi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Hiroshima, akhir pekan lalu. Dalam kesempatan itu, Jokowi melakukan meeting dengan beberapa CEO perusahaan di Jepang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang senang bekerja sama dengan Jepang karena hasil kualitas kerjanya sangat bagus. Tapi sayangnya, Jokowi mengeluhkan harga yang mahal jika bekerja sama dengan sejumlah pengusaha Jepang.

Hal itu pun dia sampaikan saat pertemuan dengan CEO pengusaha di Jepang disela-sela acara KTT G7 di Hiroshima, akhir pekan lalu.

“Bapak Presiden beberapa kali menyampaikan senang bekerja dengan Jepang karena kualitasnya bagus, namun mengharapkan harganya lebih kompetitif,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan pers yang disiarkan virtual, 21 Mei.

Meski begitu, Jokowi tetap mengajak perusahaan-perusahaan Jepang untuk berinvestasi di sektor-sektor prioritas Indonesia, antara lain, hilirisasi industri, transisi energi, hingga pembangunan IKN.

Advertisement

“Bapak Presiden mengatakan bahwa berinvestasi di Indonesia sangat menjanjikan. Terdapat komitmen kuat dari Pemerintah untuk terus meningkatkan iklim investasi dan daya saing,” ujar Retno.

Pembangunan IKN menjadi salah satu investasi yang paling banyak ditawarkan Jokowi. Buktinya, dari pertemuan itu sederet perjanjian bisnis berhasil diteken oleh Otorita IKN Nusantara.

Retno menjabarkan ada lima MoU antara Otorita IKN dengan JICA, JBIC, JIBH, JCODE, dan UR Japan. Kemudian ada 24 komitmen investasi letter of intent (LOI) dari perusahaan Jepang untuk investasi ke IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan itu, lanjut Retno, Presiden juga memamerkan bahwa kondisi ekonomi di Indonesia sangat kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal ini menjadi salah satu jaminan investasi ke Indonesia sangat menjanjikan.

Retno bilang, Jokowi menyebut IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5% tahun ini dan untuk tahun depan 5,1%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia dan G20.

Advertisement

“Di dalam CEO Meeting, Bapak Presiden menyampaikan beberapa hal, salah satunya adalah di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, ekonomi Indonesia termasuk salah satu yang bertahan,” ungkap Retno.

Retno juga menyebutkan ada tiga wakil pemerintahan yang hadir dalam forum itu, termasuk penasihat PM Jepang, Masafumi Mori.

“Kehadiran penasihat PM Jepang menunjukkan komitmen pemerintah Jepang untuk mendukung kerja sama investasi dengan Indonesia, khususnya untuk pembangunan IKN,” tutur Retno.***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement