Internasional

Indonesia Kembali Dipercaya Duduk di Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Published

on

Indonesia Kembali Dipercaya Duduk di Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Menteri Kebudayaan Fadli zon mengatakan Indonesia kembali terpilih duduk di komite Pelindungan Warisan Takbenda UNESCO. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA :  Indonesia kembali memperoleh kepercayaan dari komunitas internasional setelah terpilih sebagai anggota Komite Pelindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk periode 2026–2030. Terakhir kali, Indonesia menjadi anggota komite bergengsi itu pada periode 2010–2014.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan, “Indonesia berhasil meraih 113 suara dalam pemilihan negara anggota UNESCO. Indonesia terpilih bersama Jepang, Filipina, dan Kamboja sebagai wakil kawasan Asia-Pasifik dalam Kelompok IV”.

Baca Juga :  Wamenpar Ni Luh: PKB, Komitmen Kuat Bali Menjaga dan Mengembangkan Warisan Budaya sebagai Kekuatan Pembangunan

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan UNESCO menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam upaya pelindungan warisan budaya takbenda dunia.

Ia menilai keberhasilan tersebut mencerminkan pengakuan internasional terhadap kekayaan budaya Indonesia serta kemampuan negara ini dalam mendukung tata kelola kebudayaan global yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai anggota komite periode 2026–2030, Indonesia telah menyiapkan sejumlah agenda prioritas. Salah satunya adalah mendorong pembentukan pusat unggulan UNESCO di kawasan Asia-Pasifik berupa Mega-Laboratory on Cultures, Early Human History, and Civilization yang difokuskan pada pengembangan metodologi pelindungan warisan budaya, preservasi digital, riset, inovasi kebijakan, serta penguatan kapasitas.

Advertisement

Baca Juga : Tampilkan Tari Pendet, Menbud Fadli Zon Paparkan Pencalonan Indonesia sebagai Komite Perlindungan Warisan Budaya UNESCO

Indonesia juga berkomitmen memperkuat kolaborasi antara akademisi, komunitas budaya, praktisi, dan pembuat kebijakan melalui platform yang lebih inklusif dan partisipatif.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) akan didorong untuk mendukung dokumentasi, inventarisasi, serta pengelolaan data warisan budaya secara etis.

Prioritas lainnya mencakup peningkatan kerja sama internasional melalui program pelatihan, fellowship, misi bersama, dan pertukaran pengetahuan lintas kawasan.

Baca Juga : Tempe Diusahakan Diakui Jadi Warisan Budaya Unesco

Indonesia juga berupaya memperkuat mekanisme pelindungan bagi warisan budaya yang terancam punah melalui optimalisasi daftar pelindungan mendesak UNESCO.

Selain itu, pemerintah akan mendorong akses yang lebih luas terhadap bantuan internasional bagi negara-negara anggota, memperbesar peran organisasi masyarakat sipil dalam proses pengambilan keputusan, serta mengembangkan kebijakan yang berkaitan dengan etika digital, kecerdasan buatan, dan ketahanan budaya menghadapi perubahan iklim.

Advertisement

Keanggotaan Indonesia dalam Komite Pelindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO diharapkan dapat memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi budaya global sekaligus mendukung pelestarian berbagai tradisi dan warisan budaya yang menjadi identitas bangsa.***

Exit mobile version