Connect with us

Internasional

Duh! Lima Jemaah Umrah asal Indonesia Ditangkap, Amin Ma’ruf Minta Masyarakat Diedukasi

Avatar

Diterbitkan

pada

Wapres Amin Ma’ruf minta masyarakat yang berangkat umrah diedukasi. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Dituduh berjualan secara ilegal di Tanah Suci Mekkah, lima orang jemaah umrah Indonesia ditangkap. Namun mereka sudah membantah bahwa terjadi kesalahpahaman dengan polisi Saudi Arabia.

Menyikapi hal ini, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta masyarakat diberi edukasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika berada di Tanah Suci.

“Saya dengar ini dianggapnya mereka melanggar melebihi aturan sebagai jemaah umrah. Melakukan hal-hal di luar jemaah umrah sehingga dianggap sudah melampaui aturan,” ujar Ma’ruf Amin dalam keterangan persnya dalam kanal YouTube Sekretariat Wapres RI, Kamis (28/4/2024).

Untuk itu, Ma’ruf Amin meminta Kementerian Agama (Kemenag) turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Karena itu, Kementerian Agama, saya minta supaya mengedukasi masyarakat yang umrah melalui asosiasi umrah atau travel,” tutur Ma’ruf Amin.

Advertisement

“Supaya mereka yang berumrah itu paham aturan-aturan yang ada di Saudi,” lanjutnya.

Ma’ruf menyebut, lima orang jemaah yang dituduh melanggar aturan itu kini sudah ditangani oleh pemerintah Indonesia. Mereka disebut sudah berada di bawah pengawasan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Arab Saudi.

“Saya mendengar bahwa itu sudah ada semacam bantuan advokasi dari pihak KJRI yang terus membantu mereka sehingga tidak bisa kembali karena ada persoalan,” tukasnya.

Sementara itu, mengutip keterangan tertulis Himpunan Penyelenggara Umrah & Haji (HIMPUH), lima orang jemaah umrah asal Indonesia ditangkap oleh aparat keamanan Arab Saudi pada Selasa 12 Maret 2024 pukul 22.13 Waktu Arab Saudi (WAS). Mereka dituduh melakukan praktik berjualan secara ilegal di Makkah.

Empat orang diantaranya adalah jemaah dari PT. Bagja Bagea Balarea (BB Tour & Travel). Sementara itu, satu jemaah lainnya berasal dari MQ Travel.

Advertisement

Disebutkan, ada kesalahpahaman yang terjadi antara jemaahnya dengan pihak kepolisian. Mereka membantah jemaahnya melakukan praktik berjualan seperti apa yang dituduhkan.

“Pada tanggal 12 Maret pukul 22.13 WAS ada 4 orang jamaah BB Tour yang ditangkap askar/polisi sesaat setelah belanja buat oleh-oleh (pakaian, serban, dll) dengan sangkaan ‘berjualan pakaian’ dan infonya 1 orang jamaah MQ Travel secara bersamaan,” ungkap BB Tour.

Pihak BB Tour semakin tak terima ketika Mahkamah Arab Saudi memutuskan jemaahnya benar bersalah. Padahal, mereka mengklaim barang bukti yang dihadirkan justru oleh-oleh yang dibeli jemaah untuk dibawa ke Indonesia.

Setelah dinyatakan bersalah, kelima jemaah tersebut kemudian dikenai sanksi berupa tarhil (deportasi). BB Tour langsung berkoordinasi dengan KJRI Arab Saudi dan Muassasah Mazaya untuk menindaklanjuti kasus ini.

Mereka berharap anggota jemaahnya bisa keluar dari Arab Saudi tanpa melalui tarhil yang memiliki konsekuensi ditolak masuk Arab Saudi selama 10 tahun ke depan.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement