Connect with us

Internasional

Myanmar Tutup Sekolah di 7 Kota Dekat India Akibat Covid Melonjak

Avatar

Diterbitkan

pada

Salah satu kota Myanmar dekat India. (Ist)

Salah satu kota Myanmar dekat India. (Ist)

FAKTUALid –   Akibat lonjakan Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala menurun, bahkan sebaliknya maah meningkat Junta Militer Myanmar terpaksa mengambil tindakan tegas.

Beberapa sekolah yang berada di tujuh kota  dekat India, dalam beberapa waktu belakangan ditutup.

Direktur Unit Epidemiologi dan Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Myanmar, Khin Khin Gyi, mengatakan bahwa penutupan dilakukan untuk sekolah di daerah yang sedang diberlakukan lockdown, yaitu Kawasan Sagaing dan negara bagian Chin.

“Sekolah ditutup sejak Senin di tujuh kota di mana perintah ‘tetap di rumah’ diberlakukan. Dengan keputusan ini, kami berharap dapat menghentikan penyebaran virus corona,” ujar Khin Gyi, sebagaimana dilansir The Irrawady, Selasa (8/6).

Selain itu, junta juga akan mewajibkan tes Covid-19 bagi semua orang yang keluar dari Sagaing dan Chin menuju Yangon.

Advertisement

Khin Khin Gyi menjelaskan bahwa pemerintah harus mengambil langkah ini karena peningkatan penularan Covid-19 dalam beberapa waktu belakangan.

Berdasarkan data Kemenkes Myanmar, kasus positif Covid-19 di kedua kawasan tersebut naik dari 3 persen populasi pada awal Mei menjadi antara 8 dan 11 persen pada di awal Juni.

Dengan demikian, Kawasan Sagaing sudah melaporkan 528 kasus Covid-19 sejak 1 Februari hingga 4 Juni, sementara 319 orang lainnya di negara bagian Chin juga terpapar virus corona di periode yang sama.

Menurut Khin Khin Gyi, saat ini Sagaing berada di posisi pertama kawasan dengan penularan Covid-19 tertinggi, disusul negara bagian Chin.

Kemenkes menduga peningkatan kasus Covid-19 ini berasal dari India yang memang berbatasan dengan negara bagian Chin dan Kawasan Sagaing.

Advertisement

“Karena Kawasan Sagaing dan Negara Bagian China berbatasan dengan India, kami menduga penyebaran virus ini terjadi karena penerobosan perbatasan secara ilegal,” tutur Khin Khin Gyi.

Ia kemudian berkata, “Dengan demikian, kasus-kasus itu bisa jadi termasuk varian baru Covid-19. Namun sekarang, kami belum mengonfirmasi bahwa varian baru Covid-19 sudah ada di negara ini.”

Junta pun sudah melarang masuk semua orang dari India dan Bangladesh sejak 17 April lalu. Mereka juga melarang penerbangan lokal menuju sejumlah kota di dekat India.

Militer juga masih terus menggencarkan program vaksinasi. Namun, banyak warga menolak ikut serta sebagai bagian dari Gerakan Pembangkangan Sipil untuk menolak kudeta.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *