Internasional

Wilayah Vitali Klitschko, Mantan Juara Dunia Tinju Kelas Berat, Dibombardir Agresor Rusia

Published

on

Vitali Klitschko (kiri) berbicara kepada wartawan dan saudaranya Wladimir Klitschko, siap menghadapi agresi Rusia

Vitali Klitschko (kiri) berbicara kepada wartawan dan saudaranya Wladimir Klitschko, siap menghadapi agresi Rusia

FAKTUAL-INDONESIA: Mantan juara dunia tinju kelas berat Vitali Klitschko benar-benar sibuk setelah agresor Rusia yang dikomandoi perampok Vladimir Putin menggempur Ukraina.

Sebagai Walikota Kiev, Klitschko selain sibuk mengamankan warganya juga terus mengamati serangan perampok anak buah Putin ke ibu kota Ukraina itu.

Dalam keterangan kepada wartawan Klitschko mengemukakan, dia mendengar beberapa kali tembakan yang menghujam di daerahnya.

Klitschko, mengatakan lima ledakan telah dilaporkan di seluruh ibu kota, dengan beberapa ledakan terdengar di dekat pembangkit listrik di utara kota.

“Layanan darurat [menanggapi]. Kami sedang mencari tahu detailnya,” kata Klitschko.

Advertisement

“Situasi sekarang – tanpa kejelasan- mengancam Kiev,” tambahnya. Malam ini, katanya, akan “sangat sulit”.

Beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin menyatakan menggelar operasi militer, invasi Rusia pun dimulai pada Kamis (24/2/2022). Situasi itu memaksa mantan petinju juara dunia Klitschko turun gunung.

Diketahui, sebelum akhirnya perang meletus, sejumlah negara mendorong secara intensif agar Rusia dan Ukraina melakukan upaya diplomatik untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Namun tidak ada kesepakatan yang dicapai.

Rusia kemudian melakukan serangan pada pangkalan udara dan pengkalan militer Ukraina pada Kamis kemarin.

Invasi Rusia ke Ukraina tersebut dikecam banyak pihak, khususnya dari warga Ukraina sendiri.

Advertisement

Klitschko yang merupakan mantan petinju juara dunia kelas berat tidak mau lari dari koflik yang melibatkan negaranya tersebut.

Legenda tinju Ukraina tersebut bahkan memutuskan gabung militer agar bisa ikut angkat senjata melawan Invasi Rusia.

Lewat postingan di twitternya @klitschko, Vitali mengungkapkan kecamannya terhadap Rusia.

“Putin secara jelas ingin menghancurkan negara Ukraina dan kedaulatan rakyatnya. Perkataanya telah menggerakkan misil dan tank. Kehancuran dan kematian menimpa kita. Itu saja, darah akan bercampur dengan air mata,” ungkap Klitschko seperti dikutip dari Hops.id.

Klitschko juga mengungkapkan keteguhan negaranya dalam menghadapi cobaan tersebut. Ia menegaskan bahwa Ukraina menginginkan perdamainan dan menganggap Rusia sebagai saudara.

Advertisement

“Orang-orang Ukraina kuat. Dan itu akan tetap setia pada dirinya sendiri dalam cobaan yang mengerikan ini. Bangsa yang mendambakan kedaulatan dan perdamaian. orang yang mengganggap orang Rusia sebagai saudara mereka. Ia tahu bahwa pada dasarnya mereka tidak menginginkan perang ini,” tulis Wali Kota Kiev tersebut.

Klitschko juga memberikan pandangannya bahwa perang Rusia Ukraina tersebut merupakan buah dari kelemahan dekomrasi Barat, bukan karena kegitaan satu orang saja.

“Perang melawan negara saya ini bukan hanya hasil dari kegilaan satu orang, tetapi juga hasil dari kelemahan demokrasi Barat selama bertahun – tahun,” kata mantan petinju tersebut.

Ia kemudian mengajak agar pemerintah bersuara lantang menghentikan kegilaan tersebut.

“Kegilaan ini harus dihentikan sekarang dengan meningkatkan pencegahan. Pemerintah kita perlu mengatakan hal – hal dengan lantang dan jelas,” ungkap Klitschko.

Advertisement

Dilansir dari situs Boxing Scen, Vitali Klitschko dan kakak laki – lakinya Wladimir akan bergabung dengan militer dan mengangkat senjata melawan Rusia.

“Saya tidak punya pilihan lain. Saya harus melakukan ini,” ungkap Klitschko.

Vitali Klitschko pensiun dari dunia tinju pada tahun 2012 setelah mengalahkan Mahmoud Charr. Sedangkan kakaknya, Wladimir Klitschko yang juga mantan petinju pensiun pada tahun 2017. ***

Advertisement
Exit mobile version