Connect with us

Internasional

Sayap Militer Hamas akan Menyerahkan Jenazah Seorang Sandera, Meskipun Serangan Udara Israel Terus Menggempur Gaza

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Sayap Militer Hamas akan Menyerahkan Jenazah Seorang Sandera, Meskipun Serangan Udara Israel Terus Menggempur Gaza

Meskipun Israel terus melancarkan serangan udara di Gaza, sayap bersenjata Hamas berjanji menyerahkan jenazah sandera pada Rabu malam waktu setempat

FAKTUAL INDONESIA: Sayap militer Hamas mengatakan akan menyerahkan jenazah seorang sandera pada pukul 9 malam (1900 GMT) pada hari Rabu, sementara militer Israel mengatakan telah membunuh dua warga Palestina yang mendekati wilayah yang didudukinya dengan cara yang mengancam.

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan bahwa tembakan Israel telah menewaskan seorang warga Palestina yang sedang mengumpulkan kayu bakar di Gaza tengah. Militer Israel mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak mengetahui adanya insiden di daerah tersebut.

Baca Juga : Israel Kembali Serang Gaza Tewaskan Tiga Warga Palestina, Gangguan Baru Gencatan Senjata dengan Hamas

Meskipun terjadi kekerasan hampir setiap hari, Israel dan Hamas terus bertukar jenazah berdasarkan ketentuan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS yang mulai berlaku pada 10 Oktober.

Seperti dilansir straitstimes, Hamas menyerahkan seluruh 20 sandera yang masih hidup di Gaza sebagai imbalan atas hampir 2.000 narapidana Palestina dan tahanan perang yang ditahan di Israel. Hamas juga berjanji untuk menyerahkan jenazah para sandera yang telah meninggal, tetapi mengatakan kehancuran di Gaza telah mempersulit pencarian jenazah. Israel menuduh Hamas mengulur-ulur waktu.

Hamas sejauh ini telah memulangkan 21 dari 28 jenazah sandera yang dikubur di Gaza. Sebagai imbalannya, Israel menyerahkan 285 jenazah warga Palestina yang tewas sejak perang dimulai pada Oktober 2023, ungkap otoritas kesehatan Gaza.

Baca Juga : Gencatan Senjata Terkoyak, Utusan Amerika Tingkatkan Diplomasi Menyatukan Israel dan Hamas

Israel terus menerus menyerang Jalur Gaza, meskipun tingkat kekerasan telah berkurang sejak gencatan senjata yang memungkinkan ratusan ribu warga Palestina kembali ke reruntuhan rumah mereka dan lebih banyak bantuan dapat masuk.

Advertisement

Israel telah menarik pasukannya dari posisi di kota-kota ke belakang garis demarkasi kuning. ***

Lanjutkan Membaca