Connect with us

Internasional

Rusia Mulai Keluarkan Rudal Hipersonik Gempur Ukraina, Pesawat Amerika Jatuh saat Latihan NATO

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rusia akhirnya mengeluarkan senjata canggihnya rudal hipersonik dalam invasi menghancurkan Ukraina

Rusia akhirnya mengeluarkan senjata canggihnya rudal hipersonik dalam invasi menghancurkan Ukraina

FAKTUAL-INDONESIA: Rusia benar-benar ingin menghancurkan Ukraina. Dalam serangan Sabtu (19/3/2022), Rusia mulai mengeluarkan senjata andalannya rudal hipersonik untuk menggempur Ukraina.

Ini untuk pertama kalinya Rusia menembakan senjata rahasia dan andalannya itu sejak melakukan invasi ke Ukraina.

Kalau Rusia bangga memamerkan kekuatan rudal canggihnya, pesawat Amerika Serikat malah terkena bencana dalam latihan bersama NATO di Norwegia.

Pesawat Amerika itu jatuh sehingga mengakibatkan empat orang tewas.

Seperti dipantau dari reuters.com, Rusia mengatakan pada Sabtu bahwa pihaknya telah menggunakan rudal hipersonik Kinzhal (Belati) untuk menghancurkan gudang senjata besar di wilayah Ivano-Frankivsk barat Ukraina.

Advertisement

Kantor berita Rusia Interfax mengatakan itu adalah pertama kalinya Rusia mengerahkan sistem hipersonik Kinzhal sejak mengirim pasukannya ke Ukraina pada 24 Februari.

Juru bicara kementerian pertahanan Igor Konashenkov mengatakan dalam sebuah briefing bahwa depot bawah tanah yang terkena sistem Kinzhal pada hari Jumat menampung rudal dan amunisi pesawat Ukraina, menurut rekaman briefing yang dibagikan oleh kantor berita Rusia.

Seorang juru bicara komando angkatan udara Ukraina mengkonfirmasi serangan rudal Rusia di Delyatyn di wilayah Ivano-Frankivsk pada hari Jumat, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Rusia bangga dengan persenjataan canggihnya, dan Presiden Vladimir Putin mengatakan pada bulan Desember bahwa Rusia adalah pemimpin global dalam rudal hipersonik, yang kecepatan, kemampuan manuver, dan ketinggiannya membuat mereka sulit dilacak dan dicegat.

Rudal Kinzhal adalah bagian dari serangkaian senjata yang diluncurkan pada tahun 2018.

Advertisement

Konashenkov menambahkan pada hari Sabtu bahwa pasukan Rusia juga telah menghancurkan radio militer dan pusat pengintaian di dekat kota pelabuhan Ukraina Odessa menggunakan sistem rudal pantai Bastion.

Moskow menyebut tindakannya di Ukraina sebagai “operasi khusus” untuk melemahkan kemampuan militer tetangga selatannya dan membasmi orang-orang yang disebutnya nasionalis berbahaya.

Pasukan Ukraina telah melakukan perlawanan keras dan negara-negara Barat telah memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia dalam upaya untuk memaksanya menarik pasukannya.

Kecelakaan Pesawat Militer Amerika

Keempat personel AS yang berada di dalam sebuah pesawat militer tewas ketika pesawat itu jatuh di bagian terpencil Norwegia utara pada Jumat selama latihan NATO, kata angkatan bersenjata Norwegia dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.

Advertisement

Pesawat V-22B Osprey milik Korps Marinir AS ikut serta dalam Cold Response, latihan militer yang telah lama direncanakan untuk berlatih mempertahankan wilayah Norwegia dalam kondisi cuaca dingin jika terjadi serangan.

Layanan penyelamatan mencapai lokasi kecelakaan melalui darat pada Sabtu pagi setelah helikopter tidak dapat mendarat karena kondisi cuaca buruk, termasuk angin kencang dan hujan lebat.

Ada juga risiko longsoran salju di daerah itu, menurut prakiraan cuaca setempat.

“Polisi tiba di lokasi kecelakaan sekitar pukul 01.30 CET (0030 GMT). Sayangnya, keempat penumpang di dalam pesawat telah tewas,” kata Ivar Bo Nilsson, kepala operasi polisi Nordland dalam sebuah pernyataan.

Sebuah pernyataan angkatan bersenjata Norwegia mengatakan kemudian empat yang tewas adalah “awak Amerika” Osprey.

Advertisement

Polisi yang menyelidiki penyebab kecelakaan itu harus menghentikan pekerjaan mereka karena cuaca buruk, berencana untuk melanjutkan penyelidikan mereka ketika kondisinya membaik.

Sekitar 30.000 tentara dari 27 negara terlibat dalam Cold Response, yang menurut militer Norwegia akan terus berlanjut. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement