Internasional
Remehkan Perundingan Perdamaian dengan Iran, Trump: Tidak Pengaruh, Amerika Sudah Menang

Presiden Amerika Serikat (AS) kembali mengeluarkan pernyataan yang memojokan Iran dengan menyatakan perundingan di Pakistan tidak berpengaruh karena negaranya menang perang. (Foto : Istimewa)
FAKTUAL INDONESIA: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meremehkan pentingnya perundingan perdamaian dengan Iran yang sedang berlangsung di Pakistan di tengah gencatan senjata yang rapuh. Bahkan Trump mengklaim AS telah menang .
“Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak ada bedanya bagi saya,” kata Trump. “Dan alasannya adalah karena kita telah menang.”
Menurut laporan WSJ, Delegasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance memulai pembicaraan langsung di Islamabad pada hari Sabtu dengan para pejabat Iran yang dikenal keras dalam berurusan dengan Barat. Negosiasi trilateral secara langsung masih berlangsung, menurut seorang pejabat senior Gedung Putih.
Baca Juga : Fokus Senjata Nuklir dan Selat Hormuz, Trump Menggertak: Iran Tidak Punya Kartu Truf Menjelang Negosiasi
Salah satu tujuan pembicaraan tersebut adalah membuka kembali sepenuhnya Selat Hormuz, tempat sekitar 20% minyak dunia biasanya mengalir selama masa damai. Iran, menurut kantor berita Tasnim, menolak apa yang disebutnya sebagai tuntutan berlebihan dari AS terkait kendalinya atas Selat Hormuz.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran membantah laporan tentang kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS yang melewati selat tersebut dan mengatakan bahwa setiap upaya untuk melintasi jalur air itu akan ditanggapi dengan respons yang tegas dan keras.
Tidak Berpengaruh
Sementara ABC News melansir, berbicara kepada wartawan di Gedung Putih sebelum berangkat ke Miami, Trump mengatakan dia tidak peduli apa yang terjadi dengan negosiasi Iran karena apa pun yang terjadi, Amerika menang.
Baca Juga : Iran Ultimatum Trump, Pilih Gencatan Senjata atau Perang Melalui Israel, Amerika Tidak Bisa Mendapatkan Kedua-duanya!
“Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak berpengaruh bagi saya,” kata Trump.
Di tengah keramaian, Trump berulang kali menegaskan bahwa Amerika akan keluar sebagai pemenang, apa pun hasil negosiasi yang sedang berlangsung di Islamabad, Pakistan.
“Kita lihat saja apa yang terjadi. Lihat, bagaimanapun kita menang. Apa pun yang terjadi, kita menang. Kita benar-benar mengalahkan negara itu. Jadi mari kita lihat apa yang terjadi. Mungkin mereka membuat kesepakatan. Mungkin juga tidak. Dari sudut pandang Amerika, kita menang,” kata Trump.
Sembari mengklaim bahwa AS akan membuka Selat Hormuz, presiden mengulangi kritiknya yang biasa terhadap negara-negara lain karena kurangnya bantuan mereka terkait jalur air yang sangat penting tersebut.
“Sekarang yang kita lakukan hanyalah membuka selat itu meskipun kita tidak menggunakannya, karena ada banyak negara lain di dunia yang menggunakannya, yang entah takut, lemah, atau pelit,” katanya.
Ketika ditanya tentang aset Iran, yang merupakan poin kunci dalam proposal Iran, presiden mengelak dan mengatakan AS sedang dalam “negosiasi yang sangat mendalam dengan Iran” sebelum mengulangi pernyataan bahwa AS akan “menang apa pun yang terjadi.”
Baca Juga : Akhirnya, Trump Tunda Ancaman Menjadi Gencatan Senjata 2 Minggu dengan Syarat Iran Buka Selat Hormuz
Trump juga mengulangi klaimnya pagi ini bahwa negara-negara lain mengirimkan kapal tanker minyak ke AS untuk diisi dengan minyak dan gas, menyebut hal ini sebagai hal yang indah.
“Salah satu hal yang terjadi adalah kapal-kapal berlayar menuju negara kita – kapal tanker besar dan indah, dan kita memuatnya dengan minyak dan gas serta segala sesuatu lainnya, dan itu adalah pemandangan yang sangat indah,” katanya.
Trump juga mengakui bahwa Iran mungkin memiliki beberapa ranjau di Selat Hormuz tetapi menekankan bahwa AS memiliki kapal penyapu ranjau untuk mengatasi hal ini.
“Mereka mungkin memiliki beberapa ranjau di dalam air. Kami memiliki kapal penyapu ranjau di sana. Kami sedang membersihkan ranjau-ranjau tersebut. Selain itu, kami juga sedang bernegosiasi,” kata Trump.