Internasional

Putin Membalas Sanksi, Rusia Ambil Alih Aset Perusahaan Penentang Invasi ke Ukraina

Published

on

FAKTUAL-INDONESIA: Presiden Vladimir Putin segera melakukan aksi balasan terhadap sanksi yang dijatuhkan negara-negara maupun perusahaan-perusahaan menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Berbicara dalam keterangan pers melalui televise, Putin menegaskan, pemerintah Rusia dapat mengambil alih aset perusahaan asing yang menarik diri dari Rusia.

Dia mengatakan Rusia dapat “memperkenalkan manajemen eksternal” dari bisnis-bisnis yang menutup fasilitas produksi mereka, dan kemudian “menyerahkan perusahaan-perusahaan ini kepada mereka yang mau bekerja.”

“Kami akan menemukan cara hukum untuk melakukan ini,” katanya.

Advertisement

Putin juga  berbicara tentang negara-negara yang mengambil “langkah tidak bersahabat” terhadap Rusia dan ekonominya – mengacu pada sanksi yang diberikan oleh Barat.

Dia mengatakan permintaan meningkat untuk hal-hal tertentu tetapi dia tidak ragu masalah ini akan diselesaikan – “orang akan mengerti bahwa tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan”.

Kemudian Putin menuding Barat, mengatakan bahwa mereka telah “meminta warganya untuk mengencangkan ikat pinggang dan mengenakan pakaian hangat” – dan menyalahkan sanksi atas situasi yang semakin buruk. “Semuanya terlihat sangat aneh,” katanya.

Putin  melanjutkan dengan bersikeras bahwa Rusia memenuhi kewajibannya pada pasokan energi dan tidak dapat disalahkan atas kenaikan harga.

“Itu adalah hasil dari salah perhitungan mereka sendiri – jangan salahkan kami.” ***

Advertisement

Exit mobile version