Internasional

Netanyahu Bilang Perang Lawan Iran Melewati Titik Tengah, Tentara Israel Siap untuk Pertempuran Berminggu-minggu Lagi

Published

on

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan militer negara itu masih siap melakukan pertempuran berminggu-minggu lagi baik di Iran maupun Lebanon untuk menyelesaikan serangan terhadap lokasi persenjataan nuklir dan pasukan Hizbullah.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan militer negara itu masih siap melakukan pertempuran berminggu-minggu lagi baik di Iran maupun Lebanon untuk menyelesaikan serangan terhadap lokasi persenjataan nuklir dan pasukan Hizbullah.

FAKTUAL INDONESIA: Militer Israel mengatakan hari ini, Selasa (31/3/2026),  bahwa mereka siap untuk pertempuran selama beberapa minggu lagi, setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa perang dengan Iran telah melewati titik tengahnya.

Kemarin, Netanyahu mengatakan kepada stasiun televisi konservatif AS, Newsmax, bahwa perang tersebut “jelas sudah melewati titik tengah,” tetapi menolak untuk memberikan jangka waktu.

Dia menambahkan bahwa titik tengah yang dimaksud mengacu pada misi, “bukan necessarily dalam hal waktu.”

Ketika ditanya tentang sikap militer dalam sebuah konferensi pers daring, juru bicara Letnan Kolonel Nadav Shoshani mengatakan bahwa keputusan mengenai waktu pelaksanaannya merupakan wewenang jajaran politik.

Sementara itu Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan akan menyelesaikan serangan terhadap lokasi produksi militer Iran yang ‘kritis’ paling lambat besok.

Advertisement

Angkatan Udara Israel dijadwalkan menyelesaikan serangan terhadap semua aset “kritis” yang terkait dengan industri produksi militer Iran paling lambat besok, kata IDF, seperti yang dikutip oleh Times of Israel.

Menurut militer, paling lambat besok semua lokasi utama yang terlibat dalam pengembangan senjata yang mengancam Israel, sekitar 70% dari industri produksi militer Iran, akan menjadi sasaran.

Selasa, serangkaian ledakan mengguncang pusat kota Teheran ketika serangan AS-Israel berlanjut memasuki minggu kelima, seperti yang dilaporkan oleh AFP.

Sementara itu media Iran melaporkan hari ini bahwa penyelidikan awal menunjukkan serangan di Iran tengah telah mengenai beberapa “situs militer”, tanpa menyebutkan lokasi spesifiknya.

“Investigasi awal menunjukkan bahwa beberapa lokasi militer di Isfahan menjadi sasaran,” kata Akbar Salehi, seorang pejabat keamanan di kantor gubernur provinsi Isfahan, seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

Advertisement

Pejabat itu juga mengatakan bahwa besarnya kerusakan dan jumlah korban jiwa belum dapat dipastikan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengatakan pasukan Israel akan menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan bahkan setelah perang berakhir. Israel berupaya menguasai Lebanon selatan hingga Sungai Litani.

“Israel berencana untuk membangun zona penyangga di dalam Lebanon selatan dan mempertahankan kendali atas seluruh wilayah hingga Sungai Litani,” kata Israel Katz kepada media lokal, seperti dikutip oleh Al Jazeera.

Katz mengatakan sekitar 600.000 penduduk Lebanon selatan yang telah mengungsi dari daerah tersebut tidak akan diizinkan untuk kembali sampai keamanan Israel utara terjamin. Ia menambahkan bahwa semua rumah di dekat perbatasan akan dihancurkan.

Israel telah meningkatkan pemboman terhadap Lebanon selatan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk serangan terhadap jembatan di atas Sungai Litani yang oleh Presiden Lebanon Joseph Aoun digambarkan sebagai “pendahuluan untuk invasi darat.” ***

Advertisement

Exit mobile version