Internasional

Klaim Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei Sehat, Militer Iran Nyatakan Perang dengan Amerika Segara Berkobar Lagi

Published

on

Klaim Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei Sehat, Militer Iran Nyatakan Perang dengan Amerika Segara Berkobar Lagi

Militer Iran menyatakan siap untuk menghadapi perang baru lagi dengan Amerika Serikat yang diperkirakan akan segera berkobar lagi apalagi Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei sehat sepenuhnya. (Foto : Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Pejabat Iran mengklaim Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam keadaan sehat sepenuhnya dan mengelola urusan negara.

Sementara itu militer Iran sudah siap mengatisipasi perang baru dengan Amerika Serikat akan segera berkobar lagi setelah Presiden Donald Trump menyatakan tidak puas atas proposal baru yang diajukan Teheran.

Disarikan dari laporan, Time of India dan CBS News, seorang perwira militer senior Iran mengatakan pada hari Sabtu bahwa pertempuran yang kembali terjadi antara Amerika dan Iran “kemungkinan besar” akan terjadi, beberapa jam setelah Trump mengatakan bahwa dia “tidak puas” dengan proposal negosiasi baru dari Iran.

Baca Juga : Tidak Puas Pada Proposal Perdamaian Baru, Trump: Serangan Segera Terjadi jika Iran Berperilaku Buruk

Mohammad Jafar Asadi, seorang tokoh senior di komando pusat militer Iran, mengatakan “konflik baru antara Iran dan Amerika kemungkinan besar akan terjadi,” dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita Fars Iran.

“Bukti telah menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen pada janji atau perjanjian apa pun,” katanya.

Advertisement

Sementara iitu Kepala Kantor Urusan Internasional dari lembaga kepemimpinan Majelis Pakar Iran, Mohsen Qomi, pada hari Jumat memberikan wawasan baru tentang Pemimpin Tertinggi Republik Islam Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang selamat dari serangan AS atau Israel pada 28 Februari yang menewaskan ayah dan pendahulunya, Ali Khamenei.

Quomi membenarkan bahwa Khamenei muda terluka dalam serangan itu, yang menurut pejabat AS mungkin membuatnya lumpuh parah, tetapi ia mengklaim pemimpin tertinggi itu “dalam keadaan sehat sepenuhnya” dan menjalankan tugasnya.

Baca Juga : Serangan Iran Merusak 16 Pengkalan Militer AS di Timur Tengah, Menurut Sumber dan Gambar Satelit

Khamenei belum terlihat atau terdengar kabarnya secara langsung sejak diumumkan sebagai penerus ayahnya.

“Dia berada di gedung itu pada saat kejadian, gedung yang sama yang dibom dan tempat orang-orang di dalamnya gugur sebagai martir. Beberapa menit sebelumnya, secara kebetulan atau atas kehendak ilahi, dia pergi ke halaman, dan Tuhan menghendaki dia diselamatkan,” kata Qomi dalam sebuah video yang diterbitkan oleh kantor berita Fars Iran.

“Saya jamin bahwa meskipun menderita luka-luka di sana — Allah Yang Maha Kuasa melindunginya.”

Advertisement

Qomi menepis pertanyaan tentang kondisi Khamenei sebagai upaya sengaja dari AS untuk menciptakan ketidakpastian dan tekanan pada rezim tersebut.

Baca Juga : Jakarta Kembali Kebanjiran, 12 RT di Jakarta Selatan Terendam

“Ini adalah taktik musuh, mencoba mengatakan: mengapa dia tidak hadir? Mengapa dia tidak mengirim pesan audio? Mengapa dia tidak mengirim pesan video? Mengapa mereka yang telah bertemu dengannya tidak melapor? Melalui pertanyaan ‘mengapa’ ini, mereka ingin memaksa kita untuk bereaksi sementara mereka melanjutkan rencana mereka sendiri,” kata Qomi, menambahkan: “Dia dalam keadaan sehat sepenuhnya dan mengelola urusan. Dia mengawasi negosiasi dan hal-hal di lapangan di bawah pengawasannya, dan baru-baru ini dia juga memberikan beberapa instruksi kepada tim negosiasi mengenai apa yang harus mereka lakukan dalam kondisi tertentu. Dia memiliki pengawasan penuh atas masalah-masalah ini.”

Pernyataan tersebut tidak menawarkan bukti baru apa pun untuk mendukung pernyataan bahwa Khamenei memimpin negara. Sejauh ini, hanya pernyataan tertulis yang dikaitkan dengannya yang dikeluarkan oleh rezim sejak ia diumumkan sebagai pemimpin tertinggi. ***

Advertisement
Exit mobile version