Internasional
Israel Ancam Serang Lebanon jika Hizbullah Ikut Campur dalam Perang Amerika – Iran

Israel memperingatkan Lebanon akan melakukan serangan hebat ke negara itu bila Hizbullah ikut campur dalam perang Amerika Serikat melawan Iran
FAKTUAL INDONESIA: Israel mengancam akan menyerang Lebanon dengan serangan hebat yang menargetkan infrastruktur sipil termasuk bandara jika Hizbullah terlibat dalam perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Demikian dikemukakan dua pejabat senior Lebanon pada hari Selasa yang memberi keterangan dengan tidak mau disebutkan identitasnya. Para pejabat Lebanon itu mengatakan bahwa pesan Israel disampaikan secara tidak langsung.
Namun Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan kepresidenan Lebanon tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Baca Juga :Komandan Seniornya Tewas, Hizbullah Langsung Serukan Perlawanan setelah Serangan Mematikan Israel di Lebanon
Iran dan AS akan mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir pada hari Kamis newa, kata Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi pada hari Minggu, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang risiko konflik militer.
Seperti dilansir straitstimes, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam, yang pemerintahannya telah berupaya melucuti senjata Hizbullah yang didukung Iran sejak menjabat setahun lalu, mendesak kelompok tersebut untuk tidak membawa Lebanon ke dalam “petualangan lain”, dalam sebuah wawancara surat kabar yang diterbitkan pada hari Selasa.
Israel memberikan pukulan telak kepada Hezbollah selama perang pada tahun 2024, menewaskan pemimpinnya Hassan Nasrallah bersama ribuan pejuangnya dan menghancurkan sebagian besar persenjataannya.
Kelompok Muslim Syiah Hezbollah didirikan oleh Garda Revolusi Iran pada tahun 1982.
Pemimpin baru Hizbullah, Naim Qassem, mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bulan lalu bahwa kelompok tersebut “tidak netral” dalam kebuntuan antara Washington dan Teheran, dan bahwa mereka “menjadi sasaran agresi potensial”.
Baca Juga : PKS Sayangkan Pemberian Konsesi Panas Bumi Kepada Perusahaan Terafiliasi Israel
“Kami bertekad untuk membela diri. Kami akan memilih pada waktunya bagaimana bertindak, apakah akan campur tangan atau tidak,” kata Qassem.
Perang terakhir Hizbullah dengan Israel dimulai setelah mereka melepaskan tembakan sebagai bentuk solidaritas dengan sekutu Palestina mereka, Hamas, pada awal konflik Gaza tahun 2023, yang memicu pertempuran lintas perbatasan selama berbulan-bulan sebelum Israel melancarkan serangan dahsyatnya.
PM Salam memperingatkan Hizbullah agar tidak melakukan ‘petualangan lain’.
“Petualangan di Gaza telah menimbulkan kerugian besar bagi Lebanon. Kami berharap kami tidak akan terseret ke dalam petualangan lain,” kata Salam kepada surat kabar Nida al-Watan dalam wawancara yang diterbitkan pada hari Selasa.
Departemen Luar Negeri AS menarik keluar personel pemerintah yang tidak penting dan anggota keluarga mereka yang memenuhi syarat dari kedutaan besar AS di Beirut, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri pada hari Senin.
Baca Juga : Untungkan Israel, Hizbullah Tolak Rencana Perlucutan Senjata yang Ditetapkan Pemerintah Lebanon
Sejak gencatan senjata yang didukung AS antara Israel dan Lebanon pada tahun 2024, Israel telah melakukan serangan rutin terhadap target yang diidentifikasinya sebagai target Hizbullah di Lebanon, menuduh kelompok tersebut berupaya mempersenjatai diri kembali.
Serangan Israel telah menewaskan sekitar 400 orang di Lebanon sejak gencatan senjata, menurut data yang dikumpulkan Lebanon.
Hezbollah menyatakan telah menghormati gencatan senjata di Lebanon selatan. Pada bulan Januari, tentara Lebanon yang didukung AS mengatakan telah menguasai wilayah selatan secara operasional, sejalan dengan tujuan untuk membangun monopoli persenjataan.
Israel mengatakan upaya tersebut merupakan awal yang menggembirakan tetapi masih jauh dari cukup. ***












