Internasional

Iran Ungkap Pemimpin Hamas Haniyeh Tewas karena Proyektil Jarak Pendek, Tegaskan Lagi Pembalasan

Published

on

 

Garda Revolusi Iran mengatakan sebuah roket dengan hulu ledak seberat tujuh kilogram (sekitar 15 pon) digunakan untuk menghantan kediaman pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di ibu kota Teheran pada hari Rabu

Garda Revolusi Iran mengatakan sebuah roket dengan hulu ledak seberat tujuh kilogram (sekitar 15 pon) digunakan untuk menghantan kediaman pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di ibu kota Teheran pada hari Rabu

FAKTUAL INDONESIA: Garda Revolusi Iran mengatakan proyektil jarak pendek berada di balik pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh dan menuduh Amerika Serikat mendukung serangan yang mereka salahkan pada Israel.

Pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, Sabtu, yang mengulangi seruan pembalasan, mengatakan sebuah roket dengan hulu ledak seberat tujuh kilogram (sekitar 15 pon) digunakan untuk menargetkan kediaman pemimpin politik Hamas di ibu kota Teheran pada hari Rabu, dan menambahkan bahwa hal itu menyebabkan kerusakan besar. Namun pernyataan itu tidak membagikan rincian lokasi kediaman tersebut.

Haniyeh berada di Iran untuk menghadiri pelantikan Presiden Iran yang baru terpilih Masoud Pezeshkian.

“Aksi tersebut dirancang dan dilakukan oleh rezim Zionis dan didukung oleh AS,” demikian pernyataan Garda Revolusi. Ia menambahkan bahwa “rezim Zionis yang penghasut perang dan teroris akan menerima hukuman berat pada waktu, tempat, dan kapasitas yang sesuai.”

Advertisement

Israel belum mengkonfirmasi atau menyangkal perannya dalam pembunuhan Haniyeh , namun Israel sebelumnya berjanji untuk membunuhnya dan para pemimpin Hamas lainnya atas serangan kelompok tersebut pada 7 Oktober di Israel selatan yang memicu perang di Gaza. ***

Exit mobile version