Internasional

Ancaman Trump Kembali Diejek Iran, Sembrono Mengikuti Arahan Netanyahu Bawa Amerika ke Dalam Neraka

Published

on

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengjek langkah-langkah sembrono Presiden Donald Trump yang mengikuti arahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu  telah menyeret Amerika ke dalam neraka yang mengerikan bagi setiap keluarga. (Ist)

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengjek langkah-langkah sembrono Presiden Donald Trump yang mengikuti arahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyeret Amerika ke dalam neraka yang mengerikan bagi setiap keluarga. (Ist)

FAKTUAL INDONESIA: Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman akan menjadikan Iran neraka justru kembali diejek Iran. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan langkah-langkah sembrono Trump telah menyeret Amerika ke dalam neraka yang mengerikan bagi setiap keluarga.

Ia menambahkan: “Jangan salah: Anda tidak akan mendapatkan apa pun melalui kejahatan perang.”

Ghalibaf menuduh Trump mengikuti perintah dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan mengatakan satu-satunya solusi nyata adalah menghormati hak-hak rakyat Iran dan mengakhiri permainan berbahaya ini.

Bagher Qalibaf, memperingatkan Trump bahwa seluruh kawasan akan terbakar karena apa yang ia sebut sebagai Washington yang mengikuti arahan Netanyahu.

Sementara itu di mendan pertempuran sebuah rudal yang ditembakkan dari Iran menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di kota Haifa, Israel utara, pada hari Minggu, melukai empat orang, menurut militer dan petugas medis Israel.

Advertisement

Militer Israel mengatakan bangunan tujuh lantai itu terkena dampak langsung rudal dan mengkonfirmasi bahwa rudal tersebut ditembakkan dari Iran.

Layanan darurat Israel, Magen David Adom, juga mengatakan empat orang terluka dalam serangan itu.

Hizbullan Terus Gempur Israel

Dalam pihak lain Hizbullah mengklaim melakukan serangkaian serangan terhadap pasukan Israel dan situs militer di Israel utara dan sepanjang perbatasan dengan Lebanon selatan.

Lewat pernyataan yang dirilis oleh sayap media militernya, kelompok itu mengatakan telah meledakkan alat peledak yang menargetkan pasukan Israel di dekat kota Shamaa di Lebanon selatan, dan kemudian melepaskan tembakan ke arah apa yang mereka sebut sebagai pasukan penyelamat yang tiba di lokasi kejadian, seperti yang dikutip oleh Al Jazeera.

Advertisement

Hezbollah juga mengatakan telah melancarkan serangan roket ke posisi Israel dan kumpulan pasukan di dekat kota Ainata, dan menembakkan roket ke arah kota-kota Israel utara, Nahariya dan Metula.

Secara terpisah, kelompok itu mengatakan telah menargetkan pangkalan komando dan kendali operasi udara Meron di Israel utara dengan rentetan roket.

Panglima militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengunjungi pasukan di Lebanon selatan pada hari Minggu dan berjanji untuk mengintensifkan serangan terhadap Hizbullah.

“IDF menyerang Hizbullah, sebuah organisasi teroris, dengan tekad yang kuat, secara luas, dan di berbagai front,” kata Zamir, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh militer.

“Lebih dari 1.000 Hizbullah telah dilenyapkan, dan jumlah itu akan terus meningkat. Kerusakan yang ditimbulkan pada Hizbullah akan semakin intensif.”

Advertisement

Trump Mengancam Infrastruktur Sipil

Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menuduh Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengancam akan menghancurkan infrastruktur yang penting bagi kelangsungan hidup warga sipil di Iran.

Dalam sebuah unggahan di X, misi tersebut mengutip pernyataan Trump yang mengatakan, “Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan… tidak akan ada yang seperti itu.”

Dikatakan bahwa pernyataan tersebut merupakan ancaman langsung dan publik terhadap infrastruktur sipil, dan menyebutnya sebagai bukti niat untuk melakukan kejahatan perang.

“Jika hati nurani Perserikatan Bangsa-Bangsa masih hidup, mereka tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman terang-terangan dan tanpa malu-malu dari Presiden Amerika Serikat yang gemar berperang untuk menargetkan infrastruktur sipil. Trump berupaya menyeret kawasan ini ke dalam perang tanpa akhir. Ini adalah hasutan langsung dan publik untuk meneror warga sipil dan bukti nyata niat untuk melakukan kejahatan perang,” bunyi unggahan tersebut.

Advertisement

Misi tersebut mendesak komunitas internasional dan semua negara untuk segera bertindak untuk mencegah serangan tersebut. ***

Exit mobile version