Internasional

700.000 Orang Berpesta di Jalanan, Mexico City akan Batasi Penjualan Alkohol Selama Piala Dunia

Published

on

Para pendukung  merayakan kemenangan Tim Sepakbola Meksiko atas Korea Selatan pada pertandingan Piala Dunia FIFA 2026  di Mexico City, Meksiko, 18 Juni 2026.

Para pendukung  merayakan kemenangan Tim Sepakbola Meksiko atas Korea Selatan pada pertandingan Piala Dunia FIFA 2026  di Mexico City, Meksiko, 18 Juni 2026. (Ist) 

FAKTUAL INDONESIA: Sukses tim sepakbola Meksiko lolos ke putaran kedua Piala Dunia 2026 disambut dengan perayaan besar-besaran di jalanan Mexico City.

Llebih dari 700.000 orang berkumpul di pusat kota setelah Meksiko mengalahkan Korea Selatan 1 – 0 dan memastikan tiket ke fase gugur. Meskipun Meksiko masih akan menghadapi Republik Ceko di babak penyisihan grup pada hari Rabu mendatang.

Para penggemar mengenakan kaus Tri berwarna hijau atau topeng Lucha Libre warna-warni dan menari di tengah hujan, mengibarkan bendera, menyanyikan lagu kebangsaan, dan meniup vuvuzela malam itu.

Keesokan paginya, Jalan Reforma — salah satu arteri utama kota — dipenuhi sampah dan banyak bunga cempasuchil kuning yang terinjak-injak. Pihak berwenang mengumpulkan sekitar 40 ton sampah di sekitar pusat kota bersejarah itu.

Usai pesta, Pemerintah Kota (Pemkot) Mexcico Citu,  Jumat, mengatakan sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk membatasi penjualan alkohol di ruang publik.

Advertisement

Sekretaris pemerintahan Kota Meksiko, Cesar Cravioto, mengatakan dalam konferensi pers bahwa bagian dari tugas pemerintah untuk menjaga keamanan selama acara sepabola terbesar ini adalah pencegahan, dan ini termasuk mengendalikan penjualan alkohol ilegal di jalanan.

Craft mengatakan pemerintah akan meminta restoran dan bar di daerah tersebut untuk mencegah pelanggan membawa minuman beralkohol keluar dari tempat tersebut dan bahwa toko-toko swalayan di dekatnya dapat diminta untuk berhenti menjual alkohol beberapa jam sebelum pertandingan besar.

Pemerintah mengatakan pihaknya berencana memasang tujuh layar besar lagi di sekitar pusat kota – selain 12 layar yang sudah ada – untuk membantu menyebar kerumunan, dan akan mengerahkan lebih banyak personel untuk membatasi penjualan bir oleh pedagang kaki lima.

“Kami akan terus menekankan agar para penggemar bersenang-senang tetapi tanpa konsumsi alkohol berlebihan,” kata Cravioto.

Di Boston, kota tuan rumah Piala Dunia lainnya, para penggemar Skotlandia yang dikenal sebagai “Tartan Army” meminum bir dalam jumlah yang sangat banyak setelah tim Skotlandia mengalahkan Haiti 1-0 di stadion kota, sehingga beberapa bar dilaporkan kehabisan stok.***

Advertisement

Exit mobile version