Connect with us

Hukum

Pemuda Madiun Terancam Penjara 8 Tahun Karena Bantu Hacker Bjorka

Avatar

Diterbitkan

pada

Pemuda Madiun Terancam Penjara 8 Tahun

Bantu Hacker Bjorka, Pemuda Madiun Terancam Penjara 8 Tahun (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pemuda asal Madiun, Jawa Timur, Muhammad Agung Hidayatullah atau MAH (21) yang merupakan bagian dari hacker Bjorka terancam hukuman penjara delapan tahun. Dia ditangkap karena sudah membantu Bjorka menyebarkan data pribadi orang lain ke publik.

“Pasal 46, 48, 31 dan 32 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ada beberapa pasal di situ, yang penting apa yang diterapkan dari timsus khususnya dari Ditsiber,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan, Senin (19/9/2022).

MAH warga Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun diamankan polisi pada Rabu (14/9/2022) malam terkait kasus kebocoran data pemerintahan oleh peretas Bjorka. MAH kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat setelah sebelumnya sempat dipulangkan.

Baca juga: MAH, Tersangka Peretasan Bjorka dari Madiun Belum Pulang Hingga Jumat Malam

Saat penangkapan penyidik mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya kartu SIM, dua handphone milik tersangka, satu lembar kartu tanda penduduk (KTP) atas nama MAH.

Diketahui, pemuda itu melakukan perbuatan pidana dengan menyediakan channel Telegram atas nama Bjorkanism. Channel itu digunakan untuk mengunggah informasi yang berada pada bridge two.

Advertisement

“Adapun motifnya, motif tersangka membantu Bjorka agar dapat menjadi terkenal dan mendapatkan uang,” kata juru bicara Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, (16/9/2022).

Disisi lain, tim khusus saat ini masih mengejar hacker Bjorka. Selain itu, timsus juga masih memburu sosok lain yang terlibat dalam kasus hacker Bjorka.

Baca juga: Siapa Hacker Bjorka? BIN dan Polri Disebut Berhasil Bongkar Sosoknya

Empat Pasal UU ITE yang diterapkan Polri kepada MAH yaitu pertama Pasal 31 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

  • Pasal 46

Pasal 46 ayat 1 mengatur terkait hukuman. Beleid ini menyebutkan pelaku bisa dikenakan hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp600 juta atas peretasan terhadap sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun.

  • Pasal 48

Pasal 48 ayat 1 mengatur terkait hukuman yang lebih berat dari sebelumnya. Beleid ini menyatakan setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara delapan tahun dan atau denda paling banyak Rp2 miliar.

  • Pasal 31

Pasal 31 ayat 1 juga mengatur soal perbuatan pidana. Yakni setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atau penyadapan atas informasi elektronik dan atau dokumen elektronik dalam suatu komputer dan/atau elektronik tertentu milik orang lain.

  • Pasal 32

Pasal 32 ayat 1 mengatur soal perbuatan pidana. Yakni setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/ atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca