Connect with us

Hukum

Alasan Keamanan, Bharada E Dipisahkan dari Tersangka Lain

Avatar

Diterbitkan

pada

Bharada E Dipisahkan dari Tersangka Lain

Bharada E Dipisahkan dari Tersangka Lain

FAKTUAL-INDONESIA: Bharada E atau Richard Eliezer yang merupakan salah satu tersangka kasus pembunuhan Brigadir J akhirnya diberikan perlindungan atau status Justice Collaborator oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Hal itu membuat Bharada E dipisahkan dari tersangka lain di tahanan Bareskrim Polri.

“Posisi saat ini sudah terpisah dari tersangka lainnya. Jadi untuk sementara di tempat sekarang,” ujar Wakil Ketua LPSK, Susilaningtyas, Minggu (14/8/2022).

Peran Justice Collaborator sendiri berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2011 yaitu bisa digunakan dalam kasus tertentu yang bersifat serius, salah satunya tentang tindak pidana yang terorganisir.

Pada kasus ini, tersangka utama, Ferdy Sambo (FS), merupakan otak dari skenario perencanaan pembunuhan Brigadir J. Penetapan FS sebagai tersangka turut membuat dinonaktifkannya hingga 31 personel kepolisian sehingga terlihat kasus ini dilakukan secara bersama-sama.

Baca juga: Ini Alasan Ferdy Sambo dan Bharada E Sama-sama Diperika Komnas HAM di Mako Brimob

Dikesempatan yang berbeda, Susilaningtyas mengatakan jika hak-hak Bharada E dengan status Justice Collaborator pun telah sesuai berdasarkan pengamatan LPSK. Pemisahan Bharada E dari tahanan lainnya dilakukan demi keamanan.

Advertisement

“Sejauh ini tahanannya sudah dipisah dengan pelaku yang lain. Jadi belum ada rencana untuk dipindahkan dari rutan Bareskrim ke rutan yang lain,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (18/8/2022).

Tim LPSK pun telah dikerahkan guna memantau keamanan Bharada E selama di tahanan Bareskrim Polri.

“Kami melakukan pengawasan. Kami tidak bisa detail karena bersifat rahasia, intinya pengawasan itu adalah terkait dengan keselamatan dan keamanan Bharada E di dalam tahanan,” imbuh Susi, melansir Gatra.

Baca juga: LPSK Koordinasi Bareskrim terkait JC Bharada E, Polri Umumkan Tersangka Baru Kasus Tewasnya Brigadir J

Berdasarkan pasal 10A Undang-Undang Nomor 31 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, seorang JC dapat diberikan penanganan secara khusus dalam proses pemeriksaan, termasuk pemisahan tempat penahanan. Hal ini turut berlaku bagi Bharada E yang berperan menjadi salah satu saksi kunci di kasus ini.

Selain pemisahan tahanan, hak lain yang bisa didapat adalah adanya pemisahan pemberkasan antara berkas JC dan tersangka utama atau terdakwa. Pada saat proses persidangan, JC juga bisa mendapat hak untuk memberikan kesaksian tanpa harus berhadapan langsung dengan terdakwa. Hal ini baru akan terlihat ketika proses pemberkasan FS bisa dilimpahkan ke kejaksaan.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement