Hukum
Viral Satpam Vicol Harefa Disuruh Sujud Gegara Tegur Alphard di Lampu Merah Bundaran HI, Kini Berdamai

Satpam Vicol Harefa yang viral gegara tegur pengemudi Alphar di Bundaran HI. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Petugas keamanan (satpam) Vicol Harefa sempat viral akibat aksinya menegur mobil Alphard yang menerobos lampu merah saat pejalan kaki menyeberang, beberapa waktu lalu.
Tak terima ditegur, pengemudi serta 2 penumpang mobil itu turun dan adu mulut dengan Vicol. Bahkan mereka meminta Vicol sujud dan minta maaf karena menegur mereka dengan memukul kaca mobil.
Sempat beredar juga kabar bahwa satpam itu dipecat gegara kasus tersebut. Namun melalui akun Instagramnya, pada Jumat (24/7/2026), Vicol membantah isu yang menyebut dirinya dipecat usai terlibat insiden cekcok dengan pengemudi Toyota Alphard yang menerobos lampu merah di kawasan tersebut.
Vicol Harefa memastikan bahwa dirinya telah kembali bekerja seperti biasa di area tempat kerjanya, yakni Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Baca Juga : Viral WNI Diduga Kabur saat Ikut Open Trip ke Korsel, Sang Ibu Mengaku Tak Tahu Anak Mengikuti Tur Itu
“Selamat pagi !!! Saya masih beraktivitas dan bekerja seperti biasanya di area kerja, yang berada di Bundaran HI,” ucap Vicol melalui unggahan di akun Threads pribadinya, @vicolharefa, pada Jumat (24/7/2026).
Ia juga meminta masyarakat, khususnya rekan-rekannya, agar tidak memercayai informasi yang menyebut dirinya telah dipecat akibat insiden yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.
“Dan menginformasikan ke teman-teman lainnya, jangan percaya kepada orang-orang yang menyampaikan bahwa saya sudah dipecat. Saya masih bekerja, masih semangat!!,” ujar Vicol.
Kronologi Pertikaian
Sebelumnya, melalui video klarifikasi yang beredar di media sosial, satpam bernama Vicol Harefa menceritakan kronologi versi dirinya terkait insiden yang sempat viral tersebut.
Awalnya, peristiwa itu bermula saat dirinya sedang berjaga di lampu lalu lintas pelican crossing Halte Bundaran HI Astra yang memberikan kesempatan bagi pejalan kaki untuk menyeberang.
Namun, terdapat sebuah Toyota Alphard yang tetap melaju meski lampu lalu lintas masih menyala merah.
Baca Juga : Viral Penyitaan Motor Ojol, Warganet Soroti Parkir Liar di Kawasan Senopati
“Pada awal kejadian, kami lagi menunggu lampu merah di Bundaran HI. Setelah lampu merah tiba, giliran pejalan kaki lewat, dan pada saat itu juga ada salah satu mobil yang menerobos lampu merah tersebut,” ujar Vicol dalam video klarifikasi yang beredar di media sosial, Kamis (23/7/2026).
Atas kejadian itu, Vicol mengaku spontan menepuk kaca mobil karena kesal melihat kendaraan tersebut menerobos lampu merah dan berpotensi membahayakan pejalan kaki.
“Karena saya kesal, saya pukul kaca mobilnya, ‘Woy, merah lampunya!’ Saya cuma bilang seperti itu,” ucap Vicol.
Vicol mengungkapkan, mobil tersebut kemudian berjalan perlahan sehingga dirinya kembali menghampiri untuk mengingatkan pengemudi.
Namun, situasi justru memanas ketika beberapa orang yang berada di dalam kendaraan turun.
“Terus mobilnya pelan-pelan ke depan, karena saya lihat dia pelan-pelan, saya samperin, ‘Woy Pak, lampu merah!’. Yang dua orang sebelah kiri mereka keluar, dan bertiga dan supirnya juga keluar,” kata Vicol.
Usai keluar dari mobil, Vicol mengaku didorong oleh ketiga orang yang keluar dari mobil tersebut.
Untuk meminimalkan kemacetan di jalan itu, akhirnya Vicol mengajak mereka untuk menyelesaikan masalah tersebut di Pos Polisi (Pospol) Thamrin yang berada di dekat lokasi.
Baca Juga : Viral Ojol Melintas di Jembatan Rel Petamburan, KAI Tegaskan Tindakan Sangat Berbahaya
Namun, dalam perjalanan menuju Pos Polisi Thamrin, Vicol mengklaim dirinya masih mendapat perlakuan tidak menyenangkan.
“Saya membawa mereka ke situ, dan sambil dorong-dorong saya di jalan, ‘Mana Pospolnya? Ayo ke Pospol!’,” ucap dia.
Vicol menegaskan, saat sampai di Pospol mereka bertiga sempat bersikap arogan dengan mengaku sebagai aparat serta menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA).
“Yang tiga orang di depan saya ini arogan, bilang ini semua, bilang itu. ‘Saya juga aparat! Emang kamu doang yang aparat?’ Sampai dia ngambil KTA-nya nunjukin ke saya, ‘Saya juga aparat!’,” ucapnya.
Saat kedatangan Kepala Pospol, Vicol menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Namun, ia mengaku mendapat teguran karena tindakannya memukul kaca mobil dinilai tidak tepat.
“Setelah Kepala Pospolnya datang, kami duduk di dalam. Dan setelah saya sudah memberitahu kronologinya, Kepala Pospolnya menyampaikan ke saya, ‘Kamu salah. Kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil’,” kata Vicol.
Vicol menjelaskan, usai Kepala Pospol menegur tindakannya itu, mereka bertiga menanyakan vendor tempat dia bekerja dengan ancaman akan dipecat.
“Nah, setelah Kepala Pospolnya bilang tersebut, orang tersebut, yang tiga orang, menanyakan vendor saya dan akan ke vendor saya segera untuk saya dikeluarkan atau dipecat,” ujar dia.
Di situasi terdesak itu, Vicol mengakui tak ada jalan keluar dan langsung meminta maaf kepada mereka bertiga. Tak cukup di situ, Vicol bahkan sempat sujud di depan mereka.
Baca Juga : Pihak Sarwendah Bantah Video Viral Sindir Ruben Onsu
“Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud minta maaf, ‘Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya lagi untuk ke depannya’,” ungkapnya.
Namun, menurut Vicol, persoalan belum benar-benar selesai saat itu. Setelah mereka keluar pintu Pospol dan telah berjabat tangan dua kali, kerah bajunya lantas ditarik oleh sopir Alphard sambil diberi peringatan agar tidak bertindak seperti preman.
“Setelah itu mereka mau keluar di pintu Pospol. Padahal saya sudah salaman dua kali ke mereka. Kerah baju saya ini diangkat sama supirnya, diginiin di atas sambil ngomong di hadapan saya, ‘Woy, jangan kayak preman di sini! Kamu kerja yang bener aja! Tatap muka saya!’,” ujarnya.
“Terus saya bilang, ‘Siap, siap Pak, saya salah Pak’. Setelah itu mereka pergi,” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, Vicol kembali menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya yang memukul kaca mobil.
Meski demikian, ia berharap persoalan itu juga dapat dilihat secara utuh karena menurutnya kedua belah pihak sama-sama terlibat dalam insiden tersebut.
“Seperti itu kronologi kejadiannya. Kalau saya yang salah di sini, saya pribadi saya minta maaf. Tetapi pihak yang satunya belum minta maaf atau sok benar semuanya,” ujarnya.***