Hukum

Soal Tumbler Hilang di KRL, Akhirnya Petugas dan Penumpang Dimediasi, Berakhir Damai

Published

on

Soal Tumbler Hilang di KRL, Akhirnya Petugas dan Penumpang Dimediasi, Berakhir Damai

Tumbler tuku viral gegara hilang di kereta. Tumbler ini berharga antara Rp 60 ribuan hingga Rp 300ribuan tergantung jenis dan model. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Hanya gegara kehilangan tumbler tuku di kereta api, dan penumpang melaporkan kehilangan itu, kasus ini menjadi viral. Bahkan sempat beredar kabar, petugas KAI yang mengamankan tas tumbler tersebut terancam dipecat.

Beruntung, KAI bijaksana dan tidak memecat karyawan tersebut. Pasalnya, karyawan itu hanya menemukan tas tumbler dalam keadaan kosong. Sementara dia sendiri tidak tahu, tumblernya dimana. Dia bahkan bersedia mengganti tumbler yang hilang itu. Namun si empunya tumbler tidak bersedia dan ingin mengusut siapa yang ambil tumbler miliknya.

Baca Juga : Usulan KRL Jabodetabek Beroperasi 24 Jam, Ini Jawaban KAI

PT Kereta Api Indonesia (Persero) pun melakukan proses mediasi antara Petugas Passenger Service Stasiun Rangkasbitung dan salah satu penumpang KRL yang kehilangan tumbler tersebut. Pertemuan berlangsung di Kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta, Kamis (27/11).

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan perusahaan menjunjung tinggi profesionalitas layanan, sekaligus memastikan setiap Insan perusahaan memperoleh dukungan penuh dalam menjalankan tugas.

“Setiap Insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi yang tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja dalam menjalankan peran mereka. Argi tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” ujar Bobby dalam keterangan resminya, Jumat (28/11/2025).

Advertisement

Baca Juga : Panggil Dirut PT KAI, Presiden Prabowo Instruksikan Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat, Soroti KRL Jabodetabek

Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba pada kesempatan terpisah menyampaikan langkah penyelesaian secara kekeluargaan ini merupakan bentuk keterbukaan KAI Group terhadap setiap masukan pelanggan.

“KAI memastikan seluruh proses pelayanan pelanggan berjalan sesuai ketentuan. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait sebagaimana isu yang sebelumnya beredar,” jelas Anne.

Baca Juga : Jika Demo Buruh Ricuh, Jalur KRL Tanah Abang-Palmerah Bakal Ditutup

Anne menambahkan bahwa KAI Group melalui KAI Commuter dan KAI Wisata akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat koordinasi layanan, termasuk prosedur pengelolaan barang tertinggal (lost and found).

“Kami terus meningkatkan integritas dan kesiapsiagaan seluruh pekerja, baik di area stasiun maupun selama perjalanan, agar layanan semakin responsif dan terpercaya,” ujar Anne.

KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap memastikan barang bawaan berada dalam pengawasan, baik di area stasiun maupun selama berada di dalam layanan kereta api, Commuter Line, dan layanan KAI Group lainnya.***

Advertisement

Exit mobile version