Connect with us

Hukum

Keluarga Mahasiswa UI Korban Kecelakaan Laporkan AKBP (Purn) Eko ke Polisi

Avatar

Diterbitkan

pada

Rekonstruksi kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI Hasya. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Tak terima anaknya yang tewas karena korban kecelakaan jadi tersangka, keluarga Muhammad Hasya Attalah Syahputra (18), mahasiswa Universitas Indonesia (UI) terus mencari keadilan.

Mereka melaporkan AKBP (Purn) Eko Setio BW ke Polda Metro Jaya yang menabrak Hasya. Eko dipolisikan terkait dugaan pembiaran dalam kasus kecelakaan yang menewaskan Hasya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan adanya laporan dari keluarga Hasya tersebut. Truno mengatakan pihaknya masih mempelajari pelaporan tersebut.

“Tanggal 2 Februari benar ada melaporkan (Eko). Tentu, secara konstruksi hukumnya tetap masih dipelajari dengan adanya rekonstruksi yang kemarin juga. Banyak yang menanyakan tentang apa dasarnya rekonstruksi kemarin,” kata Truno kepada wartawan di Jakarta Barat, Sabtu (4/2/2023).

Trunoyudo kemudian menjelaskan dasar rekonstruksi ulang yang dilakukan tim gabungan pada Kamis (2/2) lalu merupakan rekomendasi dari tim eksternal.

Advertisement

“Dasarnya adalah merupakan bagian dari rekomendasi untuk bersama-sama yang penguatannya adalah pihak eksternal, untuk menyosialisasikan bagaimana konstruksi kejadian yang sebenarnya,” katanya.

Tujuan dilakukannya rekonstruksi ulang ini sebagai bentuk transparansi Polda Metro Jaya dengan menghadirkan sejumlah ahli, pakar, dan pengawas dari eksternal. Rekonstruksi ulang juga dilakukan untuk melihat gambaran secara langsung di lokasi kejadian.

“Tujuannya apa? Memberikan sesuatu transparansi, keterbukaan. Ada pakar pidana, transportasi, pengawas dari Kompolnas bahkan rekan-rekan media. Sehingga tidak terjadi disinformasi atau misinformasi terkait hal tersebut dan sanggup juga para pakar eksternal ini melihat situasi umumnya dan khususnya di TKP. Terkadang kan (publik) berasumsi, tapi kalau melihat langsung, ini menjadi fakta,” jelasnya.

“Bagaimana dengan dasar hukum? Dasar hukumnya tidak ada, tapi sifatnya rekonstruksi itu lebih pada melihat kembali, flashback itu adalah inisiasi dari Bapak Kapolda untuk memberikan transparansi dan keterbukaan,” tambahnya.

Laporan keluarga Hasya kepada Eko ini, kata Trunoyudo, juga menjadi salah satu perhatian Fadil Imran.

Advertisement

“Terkait tanggal 2 Februari yang lalu, adanya laporan terhadap terlapor Saudara Eko, ini juga bagian daripada perhatian Bapak Kapolda ketika keluarga korban itu ibunda dan ayahanda almarhum Hasya itu meminta adanya tiga pokok perhatian Bapak Kapolda yang disampaikan ibudanya Hasya,” katanya.

Eko Dipolisikan soal Pembiaran
Kuasa hukum keluarga Hasya, Rian Hidayat, mengatakan pihaknya menempuh upaya hukum dalam mencari keadilan bagi Hasya, yang meninggal kecelakaan tapi malah jadi tersangka. Pihak keluarga melaporkan Eko atas dugaan pembiaran terhadap Hasya, korban kecelakaan.

“Kami hari ini (Kamis, 2 Februari 2023) telah menempuh laporan di Polda Metro Jaya terhadap terduga pelaku terkait lalai dalam memberikan pertolongan sehubungan dengan laporan 589/II//2023 SPKT Polda Metro, 2 Februari 2023,” kata Rian Hidayat, dalam keterangannya, Kamis (2/2/2023).

Pihak keluarga berharap kepolisian bisa menindaklanjuti laporan tersebut. Keluarga juga berharap polisi menindaklanjuti laporan ayahanda Hasya sebelumnya.

“Kami harap Bapak Kapolda dan Bapak Kapolri dapat menindaklanjuti laporan kami, termasuk juga laporan yang selama ini tidak pernah ditindaklanjuti pada laporan nomor 1497/X/2022/LLJS, yang merupakan laporan inisiatif dari ayah korban tanggal 19 Oktober 2022,” ujarnya.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement